Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Terduga teroris berinisial SU yang ditembak mati oleh Densus 88 di Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan salah satu dari pimpinan kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI). Hal itu diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyatakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

"Jabatan adalah deputi dakwah dan informasi dan yang bersangkutan sebagai nasihat Amir JI dan juga penanggung jawab Hilal Ahmar Society," kata Ramadhan, dikutip dari Kompas.com, Jumat (11/3/2022).

Menurut Ramadhan, anggota Densus 88 terpaksa menembak SU dalam proses penangkapan karena terduga melawan secara agresif. Bahkan, lanjut dia, SU melarikan kendaraan yang dikemudikan dengan kecepatan tinggi dan berupaya menabrak petugas Densus 88.

Baca: Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Sukoharjo

Selain itu, SU dilaporkan sempat menabrak kendaraan masyarakat yang sedang melintas di lokasi kejadian. Karena tindakannya dinilai membahayakan masyarakat dan petugas, maka anggota Densus 88 terpaksa melumpuhkan pelaku.

"Dengan melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan tersangka dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah," kata Ramadhan.

Selanjutnya, SU dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Surakarta. Namun, dia meninggal dunia saat dalam proses evakuasi.

Menurut Ramadhan, 2 anggota polisi yang terluka saat melakukan penangkapan terhadap SU juga dibawa ke RS Bhayangkara setempat untuk dilakukan perawatan.
Baca: Kapolri Tambah Personel Pasukan Densus 88 AntiterorSementara Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antit Teror Polri Kombes Aswin Siregar mengungkapkan SU berprofesi sebagai dokter dan aktif bekerja di lembaga kemanusiaan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) atau Masyarakat Bulan Sabit Merah Indonesia.Menurut dokumen yang diunggah di situs Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), HASI kerap merekrut dan mengirim anggota JI ke Suriah untuk berperang.Selain itu, HASI juga disebut sebagai organisasi sayap JI dalam bidang kemanusiaan dan menghimpun dana sumbangan dari masyarakat yang akan digunakan untuk membantu kegiatan dan membiayai perjalanan anggota JI ke Suriah.HASI mempunyai hubungan dengan kelompok milisi Jabhat Al-Nusrah di Suriah yang merupakan bagian dari kelompok teroris Al-Qaeda. Selain itu, HASI juga tidak tergabung dengan lembaga kemanusiaan Federasi Palang Merah Internasional ataupun Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC). Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News