Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Bogor- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Miftachul Akhyar mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri itu diakui juga sudah dilayangkan ke kantor MUI pusat.
Keputusan pengunduran diri itu disampaikan secara langsung oleh Kyai Miftachul Akhyar, saat memberikan pengarahan dalam rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat.
"Di saat Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami'na wa atha'na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan," ujar KH Miftachul Akhyar, dikutip dari nu.or.id, Rabu (9/3/2022).
Baca: Temui Rais Aam PBNU, AHY: Demokrat dan NU Punya Kesamaan
Beliau kemudian menceritakan proses pemilihan dirinya menjadi Ketum MUI pada November 2020 lalu. Beliau mengaku dirayu dan diyakinkan hampir dua tahun untuk bersedia menjadi Ketum MUI.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




KH. Miftachul Akhyar (nu.or.id)[/caption]
MURIANEWS, Bogor- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (