Awas! KPK Akan Turun Tangan Bantu Selidiki Kelangkaan Minyak Goreng
Murianews
Selasa, 8 Maret 2022 17:45:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Kelangkaan minyak goreng di pasaran, rupanya menjadi perhatian oleh berbagai pihak. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara langsung akan turun tangan membantu menyelidiki masalah kelangkaan minyak goreng tersebut.
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pihaknya ingin membantu menyelamatkan kelangkaan bahan pokok. Mulai dari minyak goreng hingga daging sapi. Komoditas itu khususnya minyak goreng seolah menjadi langka.
"Tidak kalah penting juga karena tugas KPK adalah melakukan pencegahan dengan perbaikan sistem. Saya tawarkan pagi hari ini, dalam waktu dekat mungkin kita harus membahas tentang tata niaga bahan pokok. Termasuk holtikultura dan bahan impor lainnya. Kita ingin selamatkan kelangkaan minyak goreng, kedelai, bawang, daging sapi, dan juga beras," Firli, dikutip dari Detik.com, Selasa (8/3/2022).
Baca: Pembeli Minyak Goreng di Pasar Kudus Diyakini Akan Turun, Ini Sebabnya
Firli sendiri mengaku sudah menemui menteri-menteri pengawal pangan. Mulai dari Menteri Perdagangan M Lutfi dan juga Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ketu KPK Firli Bahuri (Foto: detik.com)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Kelangkaan minyak goreng di pasaran, rupanya menjadi perhatian oleh berbagai pihak. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (