MURIANEWS, Jakarta- Duta Besar (Dibes)
Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin, secara langsung menemui Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. Subes meminta dukungan kepada PBNU agar Rusia menghentikan invasi atas Ukraina. Sebab, sudah banyak korban yang berjatuhan akibat perang tersebut.
"Saya berharap NU dan seluruh umat Muslim di Indonesia untuk bersuara, memberikan doa, mungkin membantu entah dengan cara apam untuk mengakhiri perang ini, dan untuk mengurangi penderitaan rakyat Ukraina, termasuk hampir dua juta saudara Muslim di Ukraina," ujar Hamianin.
Hamianin juga menjelaskan, ada perang terhadap satu bangsa, yang dimulai oleh Rusia. Pihaknya yakin bahwa komunitas dunia terus melakukan berbagai cara untuk menghentikan perang tersebut. Apalagi ada berbagai kelompok agama yang menjadi korban atas keganasan invasi Rusia itu.
Baca: Pemain West Ham United, Andriy Yarmalenko Jemput Keluarga di Perbatasan Ukraina"Kami siap berdialog. Satu-satunya syarat kami adalah menghentikan tembakan, menghentikan perang, berhenti membunuh orang-orang. Lagi-lagi, kami bekerja sama dengan masyarakat, dengan warga biasa di Indonesia. Kami juga berupaya bekerja sama dengan pemerintah Indonesia," tuturnya.
Sementara KH. Yahya Cholil Staquf mengatakan, saat ini rakyat
Ukraina memang sangat membutuhkan bantuan. Ia menganggap dunia harus memberikan uluran tangan karena masalah ini tak hanya berdampak pada dua negara.
"Bukan hanya soal dua negara, tapi ancaman bagi seluruh masyarakat internasional karena ini akan menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi keutuhan tatanan internasional yang ada sekarang," ucap Gus Yahya.
Baca: Play Off Piala Dunia Zona Eropa Mengalami ‘Masalah’, usai Rusia Serang Ukraina"Saya menyerukan agar kekerasan dihentikan sesegera mungkin, sekarang juga. Apa pun yang menjadi masalah, kita tahu masalahnya kompleks, tapi kita adalah umat manusia dengan akal budi. Kita pasti bisa saling berbicara satu sama lain untuk menemukan jalan keluarnya," terangnya.Dalam hal ini, pihaknya juga akan mengupayakan untuk menyampaikan permasalahan Rusia dan Ukraina ini kepada pemimpin Kristen Ortodoks di Rusia. Sehingga nantinya dapat mendorong Presiden Putin menghentikan perang ini."Kami juga membicarakan kemungkinan untuk bisa terhubung dengan mufti di
Ukraina dan Crimea. Kami, dan saya sendiri atas nama NU, akan berusaha mencari jalan untuk bisa terhubung dengan mufti Rusia dan kita lihat apa yang bisa kita lakukan bersama-sama," tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube TVNU
[caption id="attachment_276708" align="alignleft" width="880"]

Diber Ukraina untuk Indonesia bertemu dengan Ketua Umum PBNU (tangkapan layar)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Duta Besar (Dibes)
Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin, secara langsung menemui Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. Subes meminta dukungan kepada PBNU agar Rusia menghentikan invasi atas Ukraina. Sebab, sudah banyak korban yang berjatuhan akibat perang tersebut.
"Saya berharap NU dan seluruh umat Muslim di Indonesia untuk bersuara, memberikan doa, mungkin membantu entah dengan cara apam untuk mengakhiri perang ini, dan untuk mengurangi penderitaan rakyat Ukraina, termasuk hampir dua juta saudara Muslim di Ukraina," ujar Hamianin.
Hamianin juga menjelaskan, ada perang terhadap satu bangsa, yang dimulai oleh Rusia. Pihaknya yakin bahwa komunitas dunia terus melakukan berbagai cara untuk menghentikan perang tersebut. Apalagi ada berbagai kelompok agama yang menjadi korban atas keganasan invasi Rusia itu.
Baca: Pemain West Ham United, Andriy Yarmalenko Jemput Keluarga di Perbatasan Ukraina
"Kami siap berdialog. Satu-satunya syarat kami adalah menghentikan tembakan, menghentikan perang, berhenti membunuh orang-orang. Lagi-lagi, kami bekerja sama dengan masyarakat, dengan warga biasa di Indonesia. Kami juga berupaya bekerja sama dengan pemerintah Indonesia," tuturnya.
Sementara KH. Yahya Cholil Staquf mengatakan, saat ini rakyat
Ukraina memang sangat membutuhkan bantuan. Ia menganggap dunia harus memberikan uluran tangan karena masalah ini tak hanya berdampak pada dua negara.
"Bukan hanya soal dua negara, tapi ancaman bagi seluruh masyarakat internasional karena ini akan menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi keutuhan tatanan internasional yang ada sekarang," ucap Gus Yahya.
Baca: Play Off Piala Dunia Zona Eropa Mengalami ‘Masalah’, usai Rusia Serang Ukraina
"Saya menyerukan agar kekerasan dihentikan sesegera mungkin, sekarang juga. Apa pun yang menjadi masalah, kita tahu masalahnya kompleks, tapi kita adalah umat manusia dengan akal budi. Kita pasti bisa saling berbicara satu sama lain untuk menemukan jalan keluarnya," terangnya.
Dalam hal ini, pihaknya juga akan mengupayakan untuk menyampaikan permasalahan Rusia dan Ukraina ini kepada pemimpin Kristen Ortodoks di Rusia. Sehingga nantinya dapat mendorong Presiden Putin menghentikan perang ini.
"Kami juga membicarakan kemungkinan untuk bisa terhubung dengan mufti di
Ukraina dan Crimea. Kami, dan saya sendiri atas nama NU, akan berusaha mencari jalan untuk bisa terhubung dengan mufti Rusia dan kita lihat apa yang bisa kita lakukan bersama-sama," tutupnya.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Youtube TVNU