Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


[caption id="attachment_275617" align="alignleft" width="880"]Covid-19 Diprediksi Bakal Mengalami Penurunan Signifikan Pada April Mendatang Foto: Ilustrasi (pixabay.com)[/caption]

MURIANEWS, Jakarta- Kementerian Kesehatan (kemenkes) memprediksi bahwa pada April mendatang akan terjadi penurunan kasus covid-19 secara signifikan. Bahkan per hari diprediksi hanya ada 5000 an kasus.

"Iya prediksinya di April sudah di 5.000-an kasus Covid-19 per hari," jelas juru bicara vaksinasi Covid-19 kemenkes Dr Nadia, Selasa (8/3/2022).

Menurutnya, hal ini setelah melihat laju pertumbuhan kasus Covid-19 di berbagai kota besar di Indonesia. Sudah terjadi penurunan signifikan bahkan kategorinya cukup landau mulai akhir februari lalu. dr Nadia meyakini tren baik ini dibantu oleh fakta herd immunity atau kekebalan kelompok sudah terbentuk di Indonesia.

Baca: Terkena Covid-19, Praveen Jordan/Melati Daeva Batal Main di German Open 2022

“Secara nasional, vaksinasi kita untuk dosis dua sudah melebihi 70 persen, sehingga herd immunity kemungkinan sudah terbentuk,” imbuhnya, seperti dikutip dari detik.com, Selasa (8/3/2022)
Jika dirinci, lanjutnya, ada 12 provinsi yang juga sudah mencapai vaksinasi Covid-19 dosis dua lebih dari 70 persen. Meski begitu, dr Nadia meminta masyarakat untuk tidak abai di tengah tren kasus Covid-19 yang menunjukkan perbaikan dan disarankan untuk segera melakukan vaksinasi booster.Baca: Ibu Hamil Positif Covid-19, Apa Efek Terhadap Janinnya? Begini Penjelasannya"Meskipun beberapa indikator pengendalian pandemi secara konsisten terus menunjukkan hasil positif, kita tidak boleh lalai. Kita harus tetap waspada dan lebih berhati-hati agar jangan sampai terjadi lonjakan kasus. Disiplin protokol kesehatan harus tetap dijalankan dan laju vaksinasi dosis dua dan booster harus terus kita percepat," kata dr Nadia. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler