Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku curiga bahwa ada warga yang menimbun minyak goreng di rumah masing-masing. Hal itu lantaran telah terjadi panic buying sehingga terjadi aksi penimbunan.

Inspektur Jenderal Kemendag Didid Noordiatmoko mengatakan, mungkin saja penimbunan itu terjadi. Mungkin juga karena panic buying, apalagi produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan dalam negeri.

"Kelangkaan minyak goreng seharusnya teratasi paling lambat pada akhir Maret 2022," katanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (8/3/2022).

Dia mengatakan, pemerintah secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi minyak goreng agar bisa diperoleh dengan mudah. Tentunya dengan harga yang terjangkau di masyarakat.

BacaBukan ke Pasar, Ini Alasan Pemkab Kudus Gelontorkan Minyak Goreng Langsung ke Desa

Namun, muncul persoalan baru yang merupakan dampak dari kenaikan harga dan kelangkaan barang, yakni panic buying. Lantaran sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, masyarakat membeli melebihi kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan.

Padahal, hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng. "Tapi ini baru terindikasi," imbuh dia.
Dia mencontohkan, produsen minyak goreng di Sumatera Selatan, saat ini sudah memproduksi mendekati kebutuhan daerah ini. Jika pun terdapat selisih diperkirakan hanya 10 persen.Baca16 Ribu Liter Minyak Goreng Subsidi Digelontorkan Desa-Desa di Kudus

Lebih lanjut, Didid mengatakan sambil menunggu stabilnya antara permintaan dan ketersediaan minyak goreng, pemerintah akan terus menggelar operasi pasar di setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan mulai pekan depan.

Dalam operasi pasar tersebut masyarakat dapat membeli minyak goreng dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).  Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler