Hasil Survei Indikator Politik Indonesia, Internal PKB Tak Setuju Pemilu 2024 Ditunda
Murianews
Sabtu, 5 Maret 2022 13:48:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Lembaga survei Indikator Politik Indonesia telah melakukan survei terkait isu penundaan pemilu 2024 yang dihembuskan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Hasilnya, justru mayoritas internal PKB tidak setuju dengan penundaan pemilu tersebut.
Survei tersebut dilakukan rentan waktu 1 februari hingga 1 Maret 2022 yang dilakukan terhadap semua anggota partai politik yang ada di Indonesia.
"Coba kita cek basis partai, kita punya pertanyaan, Pemilu legislatif 2019 kemarin memilih partai mana. Sebanyak 69,9 responden kami mengatakan memilih PKB. Hampir 70 persen pemilih PKB sendiri juga tidak setuju dengan klaim Ketumnya, Cak Muhaimin," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi daring, Sabtu (5/3/2022).
Baca: Ramai Wacana Penundaan Pemilu 2024, Jokowi Buka Suara
Bukan hanya PKB, 57 persen pemilih Partai Golongan Karya (Golkar) juga mempunyai pandangan serupa. Bahkan, kata dia, jumlah penolakan penundaan Pemilu 2024 dari pemilih PAN lebih tinggi lagi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Wakil Ketua DPR RI Muhaimi Iskandar (MURIANEWS/Anggaara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Lembaga survei Indikator Politik Indonesia telah melakukan survei terkait isu