Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah hingga saat ini belum memutuskan status pandemi covid-19 menjadi endemi. Hal ini lantaran masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengubah status tersebut.

Bahkan presiden Joko Widodo juga tidak mau gegabah mengubah status tersebut, sebelum adanay perkembangan baik yang cukup signifikan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo, Presiden sejauh ini tidak ingin saat ini Kembali ke situasi awal pandemi.

"Mengenai perubahan status pandemi menjadi endemi, Bapak Presiden menekankan kita tidak perlu tergesa-gesa dan memperhatikan aspek kehati-hatian," tuturnya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (5/3/2022).

Karena itu, pemerintah selalu memonitor dengan detail perkembangan Covid-19 di Indonesia maupun di negara lain. Selain itu, pemerintah juga melibatkan para pakar dalam mengambil setiap kebijakan terutama dalam penentuan status pandemi.

Baca: Transisi Pandemi ke Endemi Terwujud, Asal…
"Jika memang data-data ilmiah dan analisa pakar menunjukan kondisi terus membaik, maka relaksasi juga akan semakin dibuka," tuturnya.Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, jumlah kasus Covid-19 hari hingga pasien rawat inap terus menurun dari hari ke hari. Hingga Selasa (1/3/2022), total bed occupancy rate BOR) Covid-19 secara nasional turun menjadi 34 persen dari hari sebelumnya, yakni 35 persen.Begitu pula dengan kasus konfirmasi harian yang kembali turun menjadi 24.728 kasus. Sementara itu per hari ini, pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama dua tahun di Indonesia. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler