Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Menko Polhukam Mahfud Md menyebut koruptor tidak takut dipenjara, tetapi koruptor takut dengan kemiskinan. Kalau pun koruptor hidup dalam penjara, tetapi apabila dompetnya masih tebal, istrinya masih bisa hidup enak dengan hasil korupsi, justru dia terasa baik-baik saja.

"Yang ditakuti koruptor itu sebenarnya bukan penjara, tapi kemiskinan. Seolah-olah penjara tidak menjadi soal bagi mereka asal dompetnya masih tebal, anak-istri masih hidup enak, masih bisa jalan-jalan ke luar negeri karena aset hasil korupsi masih bisa disembunyikan untuk kemudian digunakan," kata Mahfud dalam webinar 'Kick-off G20' di YouTube KPK, Jumat (4/3/2022).

Dia juga menjelaskan Bagaimana agar negara bisa bebas dari korupsi, salah satunya adalah dengan menjalankan negara secara demokratis. Bahkan demokrasi diakuinya dapat membangun tatanan pemerintahan yang lebih baik dan bersih. Sehingga demokratisasi yang sesungguhnya ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Baca: Para Siswa di Kudus Ingin Koruptor Dihukum Berat

Namun, Mahfud menyebut, berdasarkan salah satu hasil penelitian mantan wartawan di Australia, korupsi di Indonesia susah dibersihkan. Dia mengatakan hal itu disebabkan adanya praktik demokrasi yang salah.

"Berdasarkan hasil penelitian sebuah disertasi yang ditulis oleh mantan wartawan kita di Australia yang menyebutkan bahwa di Indonesia aneh. Anehnya apa? Indonesia itu melakukan reformasi, melakukan demokratisasi, membangun demokrasi agar korupsi bersih, karena di negara-negara lain kalau demokrasi bagus, maka korupsinya bisa dibersihkan," katanya.

Baca: Hakordia: Mak, Izinkan Anakmu jadi Musuh Koruptor"Tetapi katanya hasil penelitian itu di Indonesia justru sejak demokratisasi malah korupsinya bertambah. Apakah demokrasinya yang salah? Tidak, berarti praktik demokrasinya yang salah dan kalau sudah bicara praktik demokrasi salah," tambahnya.Dalam praktik pemberantasan korupsi, lanjut Mahfud, masyarakat tidak hanya bertumpu pada KPK semata. Tetapi butuh sinergitas yang kuat kepada seluruh elemen untuk memberantas korupsi.“Nah Saudara sekalian saya sebagai Menko Polhukam tidak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh aparat penegak hukum untuk selalu bersinergi dalam penegakan hukum," tutupnya Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler