Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pasaman Barat- Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) kembali diguncang gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo (M) 4,8. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, gempabtersebut terjadi pada pukul 13:37 WIB.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M 4,8," kata Daryono dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/3/2022).

BacaRatusan Pengungsi Korban Gempa Pasaman Kekurangan Tenda dan Butuh Obat

Menurutnya, episenter gempa terletak pada koordinat 0.15 LU dan 100.00 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada 8 kilometer tenggara Talu, Pasaman Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Daryono menyebut gempa tersebut merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar Sumatera pada segmen Angkola.

BacaKorban Meninggal Akibat Gempabumi Sumbar Bertambah Jadi 11 Orang

"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Pasaman Barat dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah)," jelas dia.Hasil permodelan BMKG menunjukkan, gempa kali ini tidak berpotensi tsunami.Ini merupakan gempa susulan yang mengguncang Pasaman Barat pada 25 Februari 2022 dengan magnitudo M 6,2."Hingga hari Kamis 3 Maret 2022 pukul 6.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi gempa susulan (aftershock) sebanyak 201 kali. Jika mencermati aktivitas gempa Pasaman barat ini, tampak produktivitas gempa susulan yang terjadi cukup banyak," sambungnya.  Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler