Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Adanya kendaraan over load over dimension (ODOL) diakui telah membuat kerusakan jalan Tol. Tidak hanya jalan Tol, jalan umum yang sering dileeati ODOL pun akan cepat mengalami kerusakan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit. Dia mengatakan, kehadiran ODOL menyebabkan kerusakan jalan tol dengan kerugian Rp 1 triliun per tahun.

"Kalau di jalan tol perkiraan kami, at least conservative number (setidaknya dalam angka konservatif) kita Rp 1 triliun per tahun," jelas Danang, dikutip dari Kompas.com, Kamis (3/3/2022).

Sementara kerugian untuk jalan, berdasarkan referensi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR, totalnya mencapai Rp 43 triliun setiap tahunnya.

BacaSopir Tak Bisa Jadi Tersangka Over Dimension, Ini Penjelasan Polda Jateng soal Aturan ODOL

Dengan adanya fenomena ini, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam mendeteksi kendaraan ODOL melalui teknologi Weigh in Motion (WIM).

"Saat ini, teknologi WIM untuk pengendalian kendaraan ODOL sudah mulai diuji coba di Jalan Tol Tangerang-Merak," terangnya.

Sedangkan pengendalian ODOL akan menggunakan scanner dimensi yang terpasang pada kamera dan timbangan pengukuran pada jalan. Dengan begitu, berat kendaraan tetap bisa diukur saat kendaraan masih berjalan.

BacaSoal Tuntutan Revisi Aturan ODOL, Kadishub Kudus Janjikan IniDanang menyebutkan, Kementerian PUPR berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan tol untuk menciptakan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Peningkatan pelayanan jalan tol ini tidak hanya sebatas mengejar tercapainya standar pelayanan minimal (SPM).BacaSopir Truk Kudus Sebenarnya Terima Aturan ODOL, Asal…"Tetapi, juga meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan seiring kebutuhan dan permintaan masyarakat yang semakin tinggi," imbuhnya.Dagang menambahkan, di tengah Pandemi Covid-19, korporasi jalan tol fokus pada 3 strategi yaitu kepemimpinan biaya, peningkatan pendapatan, manajemen pembayaran. Ditambah juga dengan pemanfaatan aplikasi digital untuk efektivitas dan pengalaman pengguna yang lebih baik.  Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler