MURIANEWS, Jakarta- Jenis vaksin
Sinopharm resmi menjadi regimen vaksin booster baru di Indonesia. Hal itu menyusul adanya pengumuman tertulis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (1/3/2022).
Sehingga, pada saat ini Indonesia mempunyai enam rigimen vaksin. Keenam regimen tersebut antara lain vaksin Sinovac,
AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan vaksin Sinopharm.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, untuk pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme.
Baca:
Penyandang Disabilitas di Kudus Akan Disuntik Khusus Pakai Vaksin SinopharmPertama, Homolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Kedua, metode Heterolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Baca:
Harus Tahu, Ini 5 Jenis Vaksin yang Digunakan untuk Vaksin Booster"Regimen dosis
booster yang dapat diberikan yaitu jika vaksin primer Sinovac, maka vaksin booster bisa menggunakan 3 jenis vaksin antara lain AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml)," terangnya.
Vaksin primernya AstraZeneca, lanjut Nadia, maka boosternya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
Vaksin primer Pfizer, untuk booster bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).Vaksin primer Moderna, booster dengan menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml). Kemudian vaksin primer Janssen (J&J), maka untuk booster dengan menggunakan
Moderna separuh dosis (0,25 ml).Selanjutnya vaksin primer Sinopharm booster nya menggunakan vaksin Sinopharm juga dengan dosis penuh (0,5 ml).
Baca:
Harus Tahu, Ini 5 Jenis Vaksin yang Digunakan untuk Vaksin Booster"Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat," kata dia.Meski demikian, menurutnya, vaksinasi dosisi pertama harus tetap jalan. Sehingga, vaksinasi dosis pertama bisa mencapai target. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
CNNIndonesia.com
[caption id="attachment_250050" align="alignleft" width="880"]

Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Jenis vaksin
Sinopharm resmi menjadi regimen vaksin booster baru di Indonesia. Hal itu menyusul adanya pengumuman tertulis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (1/3/2022).
Sehingga, pada saat ini Indonesia mempunyai enam rigimen vaksin. Keenam regimen tersebut antara lain vaksin Sinovac,
AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan vaksin Sinopharm.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, untuk pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme.
Baca:
Penyandang Disabilitas di Kudus Akan Disuntik Khusus Pakai Vaksin Sinopharm
Pertama, Homolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Kedua, metode Heterolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Baca:
Harus Tahu, Ini 5 Jenis Vaksin yang Digunakan untuk Vaksin Booster
"Regimen dosis
booster yang dapat diberikan yaitu jika vaksin primer Sinovac, maka vaksin booster bisa menggunakan 3 jenis vaksin antara lain AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml)," terangnya.
Vaksin primernya AstraZeneca, lanjut Nadia, maka boosternya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
Vaksin primer Pfizer, untuk booster bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
Vaksin primer Moderna, booster dengan menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml). Kemudian vaksin primer Janssen (J&J), maka untuk booster dengan menggunakan
Moderna separuh dosis (0,25 ml).
Selanjutnya vaksin primer Sinopharm booster nya menggunakan vaksin Sinopharm juga dengan dosis penuh (0,5 ml).
Baca:
Harus Tahu, Ini 5 Jenis Vaksin yang Digunakan untuk Vaksin Booster
"Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat," kata dia.
Meski demikian, menurutnya, vaksinasi dosisi pertama harus tetap jalan. Sehingga, vaksinasi dosis pertama bisa mencapai target.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
CNNIndonesia.com