MURIANEWS, Jakarta- Keuangan syariah diyaniki mampu mempercepat
pemulihan ekonomi nasional. Ini menyusul adanya data Bank Indonesia (BI), sektor prioritas Halal Value Chain mampu menopang 25,44 persen ekonomi nasional.
Oleh sebab itu, optimalisasi dan akselerasi keuangan syariah menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi.
"Sektor unggulan pada
Halal Value Chain tersebut adalah pertanian, makanan halal, pariwisata ramah muslim dan fesyen muslim (LEKSI 2021)," kata Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin dalam acara Forum Ekonomi Merdeka, dilansir dari
CNNIndonesia.com, Senin (28/2/2022).
Dalam aspek penyaluran pembiayaan industri, jasa keuangan syariah yang tumbuh sebesar 6,18 persen secara
year on year (yoy).
Baca: Pemerintah Siapkan Rp 451 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi Tahun IniModal inilah yang dapat menjadi penggerak kebangkitan ekonomi nasional. Sehingga perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah strategis yang tepat, baik di tingkat negara, dunia usaha, hingga individu.
"Pengalaman melewati krisis di masa lalu, bangsa ini menunjukkan bahwa kita mampu bangkit, bahkan menjadi lebih kuat pasca tempaan krisis," terangnya.
Baca: Pemerintah Jepara Diminta Siapkan Program Pemulihan Ekonomi
Demikian pula, arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mengedepankan keadilan, inklusi dan keberlanjutan, harus terus didorong untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.Sebelumnya, Ma'ruf sempat menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat memanfaatkan pertumbuhan pengeluaran (spending) untuk produk halal.
Baca: Jokowi: Pemulihan Ekonomi Harus Segera DilakukanIa mengatakan bahwa angka itu diproyeksikan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat muslim dunia. Diperkirakan belanja produk halal mencapai US$2,4 triliun pada 2024."Potensi ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia dengan mengambil peran sebagai produsen produk halal dunia, melalui peningkatan ekspor produk halal, guna memenuhi permintaan produk halal global," pungkasnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
CNNIndonesia.com
[caption id="attachment_178674" align="alignleft" width="880"]

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin membuka Musyawarah Bersama MUI, DMI, BWI, IPHI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah. (MURIANEWS.com)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Keuangan syariah diyaniki mampu mempercepat
pemulihan ekonomi nasional. Ini menyusul adanya data Bank Indonesia (BI), sektor prioritas Halal Value Chain mampu menopang 25,44 persen ekonomi nasional.
Oleh sebab itu, optimalisasi dan akselerasi keuangan syariah menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi.
"Sektor unggulan pada
Halal Value Chain tersebut adalah pertanian, makanan halal, pariwisata ramah muslim dan fesyen muslim (LEKSI 2021)," kata Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin dalam acara Forum Ekonomi Merdeka, dilansir dari
CNNIndonesia.com, Senin (28/2/2022).
Dalam aspek penyaluran pembiayaan industri, jasa keuangan syariah yang tumbuh sebesar 6,18 persen secara
year on year (yoy).
Baca: Pemerintah Siapkan Rp 451 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi Tahun Ini
Modal inilah yang dapat menjadi penggerak kebangkitan ekonomi nasional. Sehingga perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah strategis yang tepat, baik di tingkat negara, dunia usaha, hingga individu.
"Pengalaman melewati krisis di masa lalu, bangsa ini menunjukkan bahwa kita mampu bangkit, bahkan menjadi lebih kuat pasca tempaan krisis," terangnya.
Baca: Pemerintah Jepara Diminta Siapkan Program Pemulihan Ekonomi
Demikian pula, arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mengedepankan keadilan, inklusi dan keberlanjutan, harus terus didorong untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Sebelumnya, Ma'ruf sempat menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat memanfaatkan pertumbuhan pengeluaran (spending) untuk produk halal.
Baca: Jokowi: Pemulihan Ekonomi Harus Segera Dilakukan
Ia mengatakan bahwa angka itu diproyeksikan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat muslim dunia. Diperkirakan belanja produk halal mencapai US$2,4 triliun pada 2024.
"Potensi ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia dengan mengambil peran sebagai produsen produk halal dunia, melalui peningkatan ekspor produk halal, guna memenuhi permintaan produk halal global," pungkasnya.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
CNNIndonesia.com