Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terus mendorong kepada masyarakat agar melakukan vaksinasi lengkap, yakni dosis pertama dan kedua. Menurutnya, hal ini akan mementukan kebijakan dalam merayakan lebaran yang akan datang.

"Kalau bisa, Bapak/Ibu, sebelum Lebaran yaitu akhir April, kita sudah selesaikan suntik dua dosis sebanyak 70 persen dari populasi," ujar Budi dilansir dari Kompas.com, Senin (28/2/2022).

Hal ini menyusul bahwa tidak lama lagi, umat islam akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sementara setelah itu akan merayakan hari kemenangan, yakni hari raya Idhul Fitri.

Baca: Heboh Luhut Terima Telfon Saat Dampingi Jokowi Pidato

Dua tahun lalu, pemerintah selalu memberikan kebijakan super ketat saat perayaan Idhul Fitri. Bahkan warga yang berada di perantauan dilarang untuk melakukan mudik. Begitu juga dengan kebijakan terkait pembatasan peribadatan.

Hal itu lantaran situasi pandemi dua tahun lalu memang cukup mengganas. Sehingga pemerintah melakukan Langkah antisipasi yang ketat agar tidak terjadi penularan yang lebih luas.

Sementara lebaran tahun ini, dimungkinkan akan ada kebijakan yang berbada dari tahun sebelumnya. namun, indikator vaksinasi harus sudah mencapai dosis lengkap.
Baca: Ketentuan Baru, Jarak Vaksinasi Booster Hanya 3 Bulan "Mudah-mudahan kali ini kalau hasilnya baik, Pak Menko (Menteri Koordinator) mengizinkan, Lebaran kali ini bisa kita hadapi dengan berbeda, dibandingkan Lebaran sebelumnya, dengan kondisi bahwa harus dilakukan percepatan vaksinasi dosis kedua," jelas Budi.Di samping itu, ia juga menyebut bahwa Presiden Jokowi sudah memberi arahan untuk dilakukannya survei serologi mulai Maret 2022. Survei itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana jumlah populasi yang telah memiliki kandungan antibodi Covid-19 dalam tubuhnya."Atas saran Bapak Presiden, kita juga akan melakukan serologi survey Maret ini, agar nanti di bulan April kalau bisa sudah keluar hasilnya, sebagai dasar kita mengambil kebijakan terkait dengan masa sebelum Lebaran," tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler