Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) agar birokrasi di perusahaan tersebut tidak berbelit. Bahkan apabila memungkinkan bisa lebih doipermudah, terutama untuk negosiasi pembangan PLTA.

Hal itu menyusul adanya curhatan dari Jusuf Kalla terkait berbelitnya birokrasi PLN, saat peresmian PLTA Poso Energy 515 MW dan PLTA Malea Energy 90MW di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang diresmikan langsung oleh Jokowi.

"Yang ingin saya tekankan pada pagi hari ini adalah agar birokrasi utamanya di PLN itu betul-betul, Pak Dirut, diperhatikan. Jangan sampai ada keluhan lagi. Seperti tadi juga disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla negosiasi perizinan sampai lebih dari 5 tahun. Sekuat apa pun orang ngurusin izin negosiasi sampai lebih dari 5 tahun, kecapean di ngurusin izin, belum bekerja di lapangan," kata Jokowi dilansir dari youtube Sekretariat presiden, Jumat (25/2/2022).

Baca: Peresmian PLTA Poso Energy , Jusuf Kalla Curhat Kepada Jokowi Terkait Birokrasi PLN yang Berbelit

Jokowi memuji JK yang tahan banting mengurusi izin. Dia berharap PLTA selanjutnya di daerah lain bisa dibangun dengan baik.

"Untungnya Pak Jusuf Kalla dan manajemen Jusuf Kalla ini tahan banting, coba kalau ndak sudah mundur dulu, 5 tahun ngurus nggak rampung-rampung. Itu baru ngurus izinnya, belum nanti mendapatkan pendanaan konsorsium perbankan bukan sesuatu yang gampang," tutur Jokowi.

Jokowi juga menilai bahwa PLTA ini sangat penting, karena itu berarti ada egergi hijau yang berarti EBT.
“Kita tahu sekarang global mendesak, mengajak, memberikan support kepada semua negara untuk menggeser pemakaian energi fosil, utamanya batu bara untuk masuk semuanya ke energi hijau," kata Jokowi.Baca: Kalangan DPRD Jateng Tolak 6 Pembangunan PLTU, 5 Sudah DicoretJokowi memaparkan Indonesia mempunyai potensi sekitar 418 gigawatt baik dari hydropower, geothermal hingga tenaga surya. Menurut Jokowi, upaya untuk menggeser dari batu bara ke energi hijau ini bukan perkara mudah."Saya sangat menghargai mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan Kalla Group dalam hal membangun hydropower baik yang ada di Sulawesi Tengah, yang nanti akan selesai di Mamuju dan di Kerinci di Sumatera Barat," ujar Jokowi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler