Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Kritik atas Surat Edaran (SE) Kementerian Agama (Kemenag) yang mengatur tentang volume pengeras suara maajid dan musala terus bermunculan.

Wakil Ketua PBNU Nusron Wahid menganggap, apa yang dilakukan oleh Kemenag itu kurang kerjaan. Sebab, masih ada hal-hal besar yang seharusnya diurus oleh negara, bukan malah urusan yang bisa diselesaikan oleh masyarakat sendiri.

"Ini bukan masalah demokrasi, ini orang (Menag) kekurangan pekerjaan. Iya (Menag) kayak nggak ada kerjaan lain saja yang mengurusin gini," kata Nusron dikutip dari Detik.com, Kamis (24/2/2022).

Menurut Nusron, permasalahan pengeras suara merupakan urusan masyarakat sipil, yakni antara pengurus masjid dengan warga sekitar.

BacaHeboh Menag Yaqut Bandingkan Ketergangguan Akibat Pengeras Suara Masjid dengan Gonggongan Anjing

"Ada masyarakat yang memang senang kalau toanya kencang karena kalau toanya kencang itu dia bisa cepat-cepat ke masjid," jelas Nusron.

Namun, ada juga masyarakat yang risih dengan suara toa yang dinilai terlalu kencang. Masyarakat punya beda-beda pandangan.
BacaKata Muhammadiyah Kudus soal Aturan Pengeras Suara Masjid"Negara nggak perlu mengatur, biarkan masyarakat mengatur kesepakatan pengurus masjid dengan warganya. Kalau toa masjid diatur lama-lama lonceng gereja juga diatur," ujar Nusron.Pihaknya juga akan menemui Menang Yaqut Cholil Qoumas terkait aturan tersebut. Bahkan Nusron akan ngomong secara langsung agar hal-hal yang sekiranya bisa diselesaikan oleh warga, negara tidak perlu turut campur.BacaPKS Tolak Aturan Menag Terkait Pengeras Suara Masjid dan Musala"Masih banyak urusan Kementerian Agama yang lebih konkret yang harus diurus. Nanti kalau saya ketemu Menterinya, saya akan ngomong," lanjutnya.Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler