Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang penguna kendaraan degan Bahan Bakar Minyak (BBM) fosil untuk pindah ke Ibu Kota Nusantara. Hal itu lantaran konsep yang diusung adalah konsep hutan pintar.

"Jadi, yang senang jalan kaki, silakan pindah ke ibu kota baru, yang senang bersepeda, ingin sehat, juga pindahlah ke ibu kota baru. Kalau yang senang naik mobil, apalagi yang mobilnya pakai BBM fosil, jangan pindah ke ibu kota baru," kata Jokowi dalam peresmian Nasdem Tower di Jakarta, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (22/2/2022).

Jokowi mengatakan, konsep hutan pintar yang diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, tidak mengizinkan adanya kendaraan. Sementara perioritas mobilitas warga adalah dengan berjalan kaki.

Baca: Gus Yahya Ingin NU Menjadi Bagian dari Pembangunan Ibu Kota Nusantara

"Transportasi yang jadi unggulan adalah sepeda dan kendaraan umum ramah lingkungan," terang Jokowi.

Dia juga menambahkan, Ibu Kota Nusantara dibangun sebagai 10 minutes city. Warga bisa mondar-mandir mengitari kota tersebut hanya dalam waktu 10 menit. Kemudian kota ini juga dibangun dengan teknologi ramah lingkungan. Energi utama kota itu adalah energi bertenaga air (hydropower) dari Sungai Kayan.Baca: Pastikan Tidak Ada Masalah, Kapolri Tinjau Pembangunan Ibu Kota Nusantara"Yang kita pakai ini 256 ribu hektare. Nantinya kurang lebih 50 ribu hektare dipakai, sisanya 200 ribu memang akan dibiarkan sebagai hutan hijau," ujarnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News