Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis adanya hujan es yang diprediksi bakal terjadi hingga Maret-April mendatang. Hal ini menyusul adanya hujan es di sejumlah wilayah, seperti Surabaya, Lampung, Bekasi, dan wilayah lainnya.

Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG Guswanto mengatakan, umumnya hujan es itu disertai dengan hujan intensitas lebat dalam durasi singkat. Kemudian disertai juga dengan kilat atau petir dan angin kencang.

“Fenomena hujan es merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam skala lokal dan ditandai dengan adanya jatuhan butiran es yang jatuh dari awan serta dapat terjadi dalam periode beberapa menit,” ungkapnya seperti keterangan tertulis yang dilansir dari BMKG.go.id, Selasa (22/2/2022).

Baca: Fenomena Hujan Es Landa Sebagian Wilayah di Jateng, Begini Penjelasan BMKG

Dia menambahkan, fenomena hujan es dapat terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas di atmosfer dalam skala lokal-regional yang signifikan. Hujan es dapat terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya memiliki dimensi menjulang tinggi.

“Hal itu menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut sehingga dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar,” imbuhnya.
Baca: Hujan Es Segede Buah Kelengkeng Guyur SurabayaMengingat potensi cuaca ekstrem berupa puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih dapat terjadi hingga Maret-April mendatang, BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat. Pertama adalah untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya potensi cuaca ekstrem tersebut.Kemudian dampak yang dapat ditimbulkan berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, jalan licin, pohon tumbang, dan lain sebagainya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: BMKG.go.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler