Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Program bersih-berwih BUMN yang digagas oleh Erick Thohir terus berlanjut. Kali ini, Dia akan menjual perusahaan plat merah yang mempunyai keuntungan kecil. Perusahaan akan dijual kepada pengusaha nasional, daerah maupun UMKM.

"Bahkan, saya kemarin membuat review BUMN, yang terlalu kecil revenue-nya sebaiknya dijual ke pengusaha nasional, daerah, atau UMKM," ungkap Erick, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (21/2/2022).

Selain dijual, beberapa BUMN kecil akan terus digabungkan atau merger dan BUMN yang tak beroperasi ditutup.

BacaHasil Audit Jadi Bukti Awal Laporan Erick Thohir atas Dugaan Korupsi PT Garuda Indonesia

Dalam proses bersih-bersih ini, pihaknya juga sudah siap dengan konsekuensi yang akan ditanggung. Salah satunya adalah keberadaan karyawan. Sehingga, pihaknya juga menyiapkan kompensasi kepada karyawan yang terkena dampak dari penjualan perusahaan tersebut.

"Tentu para pegawai akan kami berikan sebuah kompensasi yang sangat baik tapi tidak tutup mata ada individu yang bagus kami rekrut lagi, tapi harus kami selesaikan dulu jangan ada pihak yang tersakiti," papar Erick.

BacaErick Minta Toilet Umum SPBU Pertamina Digratiskan

Ia menegaskan bahwa pemimpin tak boleh zalim. Maka dari itu, seluruh keputusan yang berdampak pada karyawan BUMN akan dipikirkan konsekuensi dan penanganannya secara matang.
"Keputusan yang muncul sudah melalui pertimbangan matang. Semua yang terdampak akan menjadi tanggung jawab kami," tegasnya.Erick membuka opsi untuk memangkas jumlah perusahaan pelat merah dari 41 menjadi 37 perusahaan. Hal ini akan dilakukan dalam dua tahun ke depan."Saya mungkin dua tahun ke depan masih bisa (merampingkan) dari 41 BUMN menjadi 37 BUMN," tutur Erick.Selain itu, Erick menargetkan jumlah BUMN akan kembali dipangkas menjadi 30 perusahaan pada jabatan menteri BUMN berikutnya.  Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler