Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah tahun ini telah mengeluarkan anggaran sebanyak Rp 61 triliun untuk menyubsidi Elpiji. Diperkirakan, anggaran subsidi bakal terus meningkat hingga 2024 mendatang.

Hal ini lantaran pemakaian kompor gas di tingkat masyarakat masih lebih banyak dibandingkan dengan kompor listrik. Bahkan diakui juga, pemakaian gas elpiji masih lebih irit dibandingkan dengan menggunakan listrik.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, pemakaian elpigi memang dianggap lebih murah dari kompor listrik. Padahal kalau dicermati, harga elpiji di pasaran adalah harga dengan subsidi dari APBN.

Harga keekonomian elpiji sebelum disubsidi APBN adalah Rp13.500 per kg, yang kemudian Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji subsidi dibanderol Rp7.000 per kg. Artinya, pemerintah mengeluarkan subsidi Rp 6.500 per Kg elpiji.

Baca: Tahun Ini, Menteri Investasi Bakal Stop 50 Persen Elpiji Ganti dengan DME

"Jadi seakan-akan elpiji ini lebih murah dari kompor listrik. Padahal ini membebani APBN. Ada komponen subsidi dari APBN sekitar Rp 6.500," ujar Darmawan dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (15/2/2022).
Darmawan mengungkapkan tingginya subsidi tak lepas dari tingginya ketergantungan RI terhadap impor elpiji. Tercatat, impor elpiji dari tahun ke tahun terus naik seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Pada 2024 diprediksi impor elpiji bisa mencapai Rp 67,8 triliun.Baca: Harga Elpiji Nonsubsidi Indonesia Lebih Murah Daripada Negara-Negara IniUntuk itu, PLN siap mendukung program konversi kompor elpiji ke kompor induksi tahun ini. Langkah ini untuk mendukung upaya pemerintah membangun kemandirian energi dan juga menghemat anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler