Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen untuk mengurangi sampah laut hingga 70 persen. Hal ini agar ekosistem laut tetap lestari dan tidak rusak akibat sampah tersebut.

Komitmen tersebut gimungkinkan akan tuntas hinga 2025 mendatang. Sehingga saat ini, pihaknya terus melakukan upaya dan strategi untuk mencapai hal itu.

"Kami juga berkomitmen untuk mengurangi 70 persen sampah plastik laut pada tahun 2025. Berbagai upaya terus dijalankan," kata Jokowi dalam forum internasional One Ocean Summit pada pertemuan virtual yang dihadiri Presiden Prancis Emmanuel Macron, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (11/2/2022).

Baca: Para Seniman Temui Jokowi, Minta Ada Kepastian Pementasan

Sejumlah strategi pun saat ini sudah mulai dilakukan. Diantaranya adalah membuat rencana aksi penanganan sampah plastik laut dan mengoperasikan pembangkit listrik berbahan baku sampah.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen melakukan konservasi laut seluas 32,5 juta hektare hingga tahun 2030. Indonesia juga akan merehabilitasi hutan bakau seluas 600 ribu hektare hingga tahun 2024.

Baca: Dukung Perbaikan Regulasi Pers, Ini Tiga Tawaran Jokowi“Saya meyakini pemeliharaan laut erat kaitannya dengan penanganan perubahan iklim. Saya mengajak negara lain untuk sama-sama memperhatikan kelestarian kawasan laut,” imbuhnya.Jokowi berpendapat pengelolaan lingkungan laut perlu ditempatkan pada dimensi pembangunan berkelanjutan. Selain itu, pengelolaan laut juga harus dipandang sebagai bagian untuk mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi"Kami telah mengambil langkah terobosan, antara lain kebijakan penangkapan ikan terukur dan berbasis kuota yang didukung sistem pengawasan terintegerasi berbasis teknologi," ujarnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler