Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk nelayan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) dam pedagang warung tahun ini akan cair. Besaran masing-masing penerima adalah Rp 600 ribu.

Ikhwal pencairan BLT Nelayan dan PKL itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/2/2022).

Hartanto mengatakan, untuk jumlah penerima ada sebanyak 2,76 juta orang. Sementara untuk besaran yang digelontorkan adalag Rp 600 ribu per orang.

"Tahun lalu kita beri Rp1,2 juta, tahun ini kita beri Rp600 ribu," katanya dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (10/2/2022).

BacaSiap-Siap, PKL dan Pemilik Warung Bakal Dapat BLT 600 Ribu

Hartanto menambahakn, target penerima adalah mereka yang belum pernah menerima bantuan tunai dari pemerintah dengan jumlah penerima terdiri dari 1 juta PKL atau pemilik warung dan 1,76 juta orang nelayan penduduk miskin ekstrem.

Adapun lokasi penerima manfaat disebar ke 212 kab/kota yang masuk pada target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2022.

BacaDana Desa Rp 98 Miliar Digelontorkan untuk BLT di Jepara"Kita berikan ke mereka yang belum mendapat bansos dan mereka biasanya kita temukan langsung di lapangan," ujarnya.Namun, Airlangga tak menyebut kapan periode penyaluran akan dilakukan.Ia menambahkan bantuan kepada PKL hingga nelayan dapat dilanjutkan dengan penyaluran kredit dari bank-bank pelat merah."Kalau kegiatannya digelindingkan atau dilanjutkan ke kredit super mikro baik itu dari PNM, UMi, super mikro BRI, ini kita bisa mendorong financial inclusion dan lanjutkan modal yang diberikan pemerintah," tutup Airlangga. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler