Gelombang Setinggi 2,5 Meter, Kapal Penumpang di Pelabuhan Merak Tak Bisa Bersandar
Murianews
Kamis, 10 Februari 2022 11:25:14
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Banten- Gelombang tinggi terjadi di wilayah perairan Merak Kota Cilegon, Banten. Akibatnya kapal penumpang di wilayah tersebut tidak bisa bersandar.
Sebagian besar kapal masih bertahan di perairan. Sebab apabila nekat untuk mendekat di pelabuhan, justru getaran gelombang akan semakin terasa.
Gelombang tinggi itu sebelumnya sudah diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang. Gelombang mulai terjadi pada Rabu (9/2/2022) malam dan masih berlangsung hingga saat ini.
"(Ketinggian gelombang di Merak) berkisar 1,25 meter hingga 2,5 meter. Sesuai peringatan dini," kata Kasi Data dan Informasi (Datin) BMKG Serang, Tarjono, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (10/2/2022).
Baca: Hati-Hati! Gelombang Tinggi Terjang Perairan Jepara 4 Hari ke Depan
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di perairan Selatan Banten dan Selat Sunda bagian Selatan memiliki resiko tinggi terhadap keselamatan perahu nelayan, kapal Ferry dan kapal tongkang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Calon penumpang menunggu kepastian keberangkatan dari kapal penyebrangan menuju Karimunjawa di Selasar Kantor Pelayanan Penyebrangan Dishub Jepara, Senin (27/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)[/caption]
MURIANEWS, Banten-