Kebijakan Minyak Goreng Murah, Pedagang Pasar Tradisional Ngaku di PHP
Murianews
Selasa, 8 Februari 2022 15:35:59
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Kebijakan adanya minyak goreng murah di pasar tradisional, hingga saat ini masih belum dirasakan oleh pedagang. Bahkan pedagang mengaku di PHP lantaran harga minyak goreng masih selangit.
Sekali pun pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah hingga kemasan premium, tetapi di tingkat bawah kebijakan tersebut belum terrealisasi sepenuhnya.
Budi (36), salah satu pedagang di Pasar Warung Buncit, Jakarta Selatan, mengaku sudah memesan minyak goreng dengan harga yang dipatok oleh pemerintah kepada sales. Namun sampai hari ini, barang masih belum ia terima.
Baca: Diduga Gelapkan 3.000 Botol Minyak Goreng, Tiga Pria Ini Ditangkap Polisi
"Kemarin banyak sales menawarkan minyak dengan harga standar pemerintah. Saya sudah pesan ke mereka, tapi belum datang. Saya seperti di-PHP-in," ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (8/2/2022).
Karena itu, ia masih menjual minyak goreng dengan harga lama. Yakni, Rp18 ribu untuk kemasan satu liter dan curah satu kilogram. Menurut Budi kebijakan HET minyak goreng terbaru dari pemerintah memang bagus. Sayangnya, keberadaan minyak goreng tersebut nihil.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pedagang sembako di Pasar Induk Purwodadi rata-rata masih menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 20 ribu per liter. (MURIANEWS/Saiful Anwar).[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Kebijakan adanya