Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Momen tak wajar menjadi sorotan warganet saat Luhut Binsar Pandjaitan menerima telfon ketika mendampingi Presiden Jokowi berpidato. Padahal, pidato dilakukan di depan banyak orang saat peresmian kawasan Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada 2 Februari 2022.

Video aksi terima telfon Luhut itu pun viral di media sosial. Luhut disebut sedang berbicara dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Dalam video yang diviralkan tersebut, Jokowi awalnya sedang membacakan sambutan. Di belakangnya, terlihat jajaran kabinet seperti Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menparekraf Sandiaga Uno, hingga Luhut. Video dengan narasi mempertanyakan sikap Luhut ini ramai diperbincangkan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan sejumlah arahan. Dia berharap penyeberangan dan KMP yang telah diresmikan dapat mendukung keberadaan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tanah Air.

Baca: Bikin Bertanya-tanya, Luhut Minta Lansia Tidak Keluar Rumah Selama Sebulan, Kenapa?

"Saya berharap dengan beroperasinya pelabuhan dan kapal-kapal ini akan mendukung keberadaan destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Aksesnya ke berbagai tempat di Danau Toba jadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih lancar," kata Jokowi seperti dikutip dari detik.com, Senin (7/2/2022).

Jokowi mengatakan pelabuhan penyeberangan dan KMP dibutuhkan oleh masyarakat sekitar Danau Toba untuk mendukung aktivitas dan mobilitas sehari-hari. Karena itu, kata Jokowi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan membangun 13 pelabuhan penyeberangan yang tersebar di tujuh kabupaten.
Baca: Omicron Melonjak, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya"Pelabuhan dan kapal sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba untuk mendukung aktivitas dan mobilitas sehari-hari, menyeberang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain, meningkatkan konektivitas antarkecamatan dan antarkabupaten," kata Jokowi.Adapun tujuh pelabuhan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada kesempatan tersebut adalah Pelabuhan Ajibata dan Balige di Kabupaten Toba, Pelabuhan Tiga Ras di Kabupaten Simalungun, Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir, Pelabuhan Marbun Toruan/Baktiraja di Kabupaten Humbang Hasundutan, Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, dan Pelabuhan Tongging di Kabupaten Karo.Di samping itu, empat KMP yang diluncurkan pada kesempatan yang sama adalah KMP Pora-pora, KMP Kaldera Toba, Bus Air KMP Asa-asa, dan Bus Air KMP Jurung-Jurung. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSUmber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler