Geger Dugaan Jual-Beli Kamar Hingga Rp25 Juta Per Bulan di Lapas Kelas I Cipinang
Murianews
Jumat, 4 Februari 2022 10:58:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Salah seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, mengungkap praktik jual beli kamar di lapas tersebut. Tak tanggung-tanggung, harga jual mencapai Rp 25 juta per bulan agar bisa tidur di kamar secara khusus.
Hal itu diungkapkan oleh narapidana berinisial WC yang saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Kelas I Cipinang.
"Nanti duitnya diserahkan ke sipir, di sini seperti itu. Kalau untuk tidur di kamar, antara Rp5 juta hingga Rp25 juta per bulan. Biasanya mereka yang dapat kamar itu bandar narkoba besar," kata WC dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (4/2/2022).
Dia menambahkan, para warga binaan harus rela membayar mahal untuk mendapatkan kamar lantaran sudah over kapasitas. Bahkan untuk mendapat tempat tidur di lorong blok dengan alas kardus, mereka terlebih dahulu menyampaikan permintaan ke tahanan pendamping.
Baca: Asimilasi Diperpanjang, Lapas Semarang Sosialisasikan Permenkumham Nomor 43 ke Narapidana
"Besarnya tergantung tempat tidur yang dibeli. Kalau tidur di lorong dekat pot dengan alas kardus itu Rp30 ribu per satu minggu. Istilahnya beli tempat," ujar WC.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Salah seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)