Komnas HAM Sebut Korban Tewas Kerangkeng Perbudakan Lebih dari Satu Orang
Murianews
Sabtu, 29 Januari 2022 17:45:04
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Komnas HAM menyebut korban tewas akibat dari kerangkeng perbudakan milik Bupati Langkat Terbit Rencana Panangin Angin lebih dari satu. Hal itu berdasarkan hasil investigasi sementara Komnas HAM.
Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam mengatakan, dalam kerangkeng utu diduga juga terjadi aksi penganiayaan. Hanya saja, pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut.
"Yang meninggal lebih dari satu. Kami menelusuri dapat, Polda juga dapat dengan korban yang berbeda," katanya dilanair dari detik.com, Sabtu (29/1/2022).
Baca: Menyoal Kerangkeng Perbudakan, LPSK Sebut Ada Korban Tewas Dianiaya
Kemudian, kerangkeng menueut pengakuan Bupati Langkat sebagai tempat rehabilitasi narkoba, namun Komnas HAM masih memberikan catatan lain.
Baca: Selain Kerangkeng, Bupati Langkat Punya Satwa Langka yang Dilindungi Negara
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




polisi saat menanyai salah satu orang yang berada di kerangkeng milik Bupati langkat (detik.com)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Komnas HAM menyebut korban tewas akibat dari