Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pengguna jasa penerbangan hingga saat ini masih bertanya tanya terkait harga tiket pesawat Garuda Indonesia yang selangit. Apabila dibandingkan dengan maskapai lain, harga tiketnya bisa lima kali lipat lebih mahal.

Terkait hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir pun buka suara. Dia mengatakan, sejauh ini memang terdapat monopoli penerbangan, sehingga harga tiketnya lebih mahal.

"Ada monopoli penerbangan nasional, yang akhirnya tiketnya jadi mahal. Nah, kalau tiketnya jadi mahal, berarti industri pariwisata tidak berkembang. Kalau industri pariwisata tidak berkembang maka UMKM tidak punya tempat untuk penghasilan baru," ujar Erick Thohir dilansir dari Detik.com, Kamis (27/1/2022).

Baca:Bikin Geger, Gambar Kaesang Pengarep Terpampang di Snack Pesawat Garuda

Penyebab lainnya lantaran Garuda Indonesia terlalu banyak menggunakan jenis pesawat. Hal ini kemudian berdampak pada biaya operasional hinggga menjadi lebih mahal.

Berdasarkan data yang dikantonginya, Garuda Indonesia memiliki 32 lessor. Padahal, maskapai lain hanya 4-5 lessor.

Kemudian dari sisi jenis pesawatnya, Garuda memiliki 13 jenis, sedangkan maskapai lainnya hanya 3-4 jenis saja.
BacaHasil Audit Jadi Bukti Awal Laporan Erick Thohir atas Dugaan Korupsi PT Garuda IndonesiaItu menyebabkan porsi biaya kontrak lessor Garuda Indonesia mencapai 28 persen dari pendapatan perusahaan. Sementara, maskapai lainnya 3,5 kali lipat lebih murah dari yang dibayar Garuda.Inilah yang kemudian membuat Garuda membayar operasional lebih mahal dan tidak efisien."Garuda (beban sewa pesawatnya) 28 persen. Maskapai lain cuma 8 persen. Secara operasional, lebih mahal," lanjutnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler