Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Pengguna jasa penerbangan hingga saat ini masih bertanya tanya terkait harga tiket pesawat Garuda Indonesia yang selangit. Apabila dibandingkan dengan maskapai lain, harga tiketnya bisa lima kali lipat lebih mahal.
Terkait hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir pun buka suara. Dia mengatakan, sejauh ini memang terdapat monopoli penerbangan, sehingga harga tiketnya lebih mahal.
"Ada monopoli penerbangan nasional, yang akhirnya tiketnya jadi mahal. Nah, kalau tiketnya jadi mahal, berarti industri pariwisata tidak berkembang. Kalau industri pariwisata tidak berkembang maka UMKM tidak punya tempat untuk penghasilan baru," ujar Erick Thohir dilansir dari Detik.com, Kamis (27/1/2022).
Baca:Bikin Geger, Gambar Kaesang Pengarep Terpampang di Snack Pesawat Garuda
Penyebab lainnya lantaran Garuda Indonesia terlalu banyak menggunakan jenis pesawat. Hal ini kemudian berdampak pada biaya operasional hinggga menjadi lebih mahal.
Berdasarkan data yang dikantonginya, Garuda Indonesia memiliki 32 lessor. Padahal, maskapai lain hanya 4-5 lessor.
Kemudian dari sisi jenis pesawatnya, Garuda memiliki 13 jenis, sedangkan maskapai lainnya hanya 3-4 jenis saja.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Dok Garuda Indonesia[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Pengguna jasa penerbangan hingga saat ini masih bertanya tanya terkait harga tiket pesawat