Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Propam Polri untuk mendatangi Polda Sumatera Utara (Sumut), Polda Jawa Tengah (Jateng) dan Polda Jawa Timur (Jatim). Itu adalah untuk mengidentifikasi akar masalah yang selama ini terjadi, terutama di tiga Polda tersebut.

Selain itu, kunjungan tersebut juga terkait dengan arahan Kapolri yang kerap 'mandek' sampai pada level middle manager atau setara kapolres.

"Sesuai perintah Kapolri, kami datang ke tiga polda (Sumut, Jateng, Jatim) sebagai upaya dan strategi pencegahan bagi anggota agar tidak melakukan pelanggaran," ujar Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dilansir dari detik.com, Sabtu (22/1/2022).

Baca: Jelang Tahun Baru, TNI Polri di Lamongan Gencar Sosialisasi Protokol Kesehatan

"Dilakukan random sampling ke polsek, polres, hingga polda untuk mengidentifikasi sistem yang paling mendasar, dan sudah berjalan," sambung dia.

Sambo menyayangkan arahan yang disampaikan pimpinan Polri pada tiap kesempatan hanya sampai pada level middle manager atau setara kapolres. Untuk itu, Ferdy meminta jajaran segera membenahi satuan masing-masing.

Baca: 44 Eks Pegawai KPK Resmi Jadi ASN Polri

"Hasil pengamatan kami, masih ditemukan hal mendasar yang tidak dilaksanakan sepenuhnya. Apabila tidak dilaksanakan, akan berdampak seperti bola salju. Dan adanya perintah atasan yang hanya sampai pada level middle management (kapolres)," ungkap Sambo."Kami arahkan para kasatker dan kasatwil untuk melakukan upaya preemtif, seperti komunikasi pimpinan dan bawahan, bimbingan rohani, aspek sosial, tes psikologi, serta pelatihan kompetensi," imbuh Sambo.Baca: 52 Eks Pegawai KPK Penuhi Kesediaan Jadi ASN PolriDia pun memerintahkan seluruh kapolres dan kapolsek mengawasi dengan ketat perilaku anggota di lapangan."Arahan pimpinan tidak sampai ke pelaksana, sehingga kita maksimalkan peran middle manager dan first line supervisor dalam melakukan pengawasan melekat terhadap pelaksana di lapangan," tambahnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSUmber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler