harga kedelai Dunia naik, Perajin Tahu-Tempe Tak Pelru Panik
Murianews
Kamis, 20 Januari 2022 14:03:55
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Harga kedelai dunia saat ini mengalami kenaikan. Kendati demikian, pemerintah Indonesia memastikan bahwa stok kedelai masih aman.
Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu kedua Januari 2022 sekitar 13,77 dollar AS per bushels atau setara 505 dollar AS per ton naik dari kondisi minggu pertama Januari 2022 yaitu 13,15 dollar AS per bushels atau setara 483 dollar AS per ton.
Sehingga, landed price diperkirakan berada di kisaran Rp 8.500 per kilogram dan harga di tingkat importir diperkirakan Rp 9.300 per kilogram.
Menanggapi hal itu, direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, pemerintah menjamin stok kedelai saat ini cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk produksi industri perajin tahu dan tempe.
Baca: Genjot Produksi, Petani Grobogan Tanam Kedelai di Musim Hujan
“Kementerian Perdagangan bersama seluruh pelaku usaha kedelai nasional menjamin harga kedelai tetap terjangkau dan stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan industri perajin tahu dan tempe nasional, meskipun harga kedelai dunia masih cukup tinggi,” kata Oke dialnsir dari Kompas.com, Kamis (20/1/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Seorang pekerja tengah mengayak sari kedelai bahan dasar tahu di pabrik tahu di Desa Karangbener, Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta-