Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Harga kedelai dunia saat ini mengalami kenaikan. Kendati demikian, pemerintah Indonesia memastikan bahwa stok kedelai masih aman.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu kedua Januari 2022 sekitar 13,77 dollar AS per bushels atau setara 505 dollar AS per ton naik dari kondisi minggu pertama Januari 2022 yaitu 13,15 dollar AS per bushels atau setara 483 dollar AS per ton.

Sehingga, landed price diperkirakan berada di kisaran Rp 8.500 per kilogram dan harga di tingkat importir diperkirakan Rp 9.300 per kilogram.

Menanggapi hal itu, direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, pemerintah menjamin stok kedelai saat ini cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk produksi industri perajin tahu dan tempe.

Baca: Genjot Produksi, Petani Grobogan Tanam Kedelai di Musim Hujan

“Kementerian Perdagangan bersama seluruh pelaku usaha kedelai nasional menjamin harga kedelai tetap terjangkau dan stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan industri perajin tahu dan tempe nasional, meskipun harga kedelai dunia masih cukup tinggi,” kata Oke dialnsir dari Kompas.com, Kamis (20/1/2022).
Dia menambahkan, Kementerian Perdagangan secara periodik akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia. Hal itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kedelai di tingkat industri pengrajin tahu dan tempe, serta stabilitas harga di pasar rakyat.Baca: Harga Kedelai Impor di Kudus Alami Fluktuasi, Permintaah Masih Rendah“Kami mengimbau para importir kedelai untuk bersama-sama menjaga harga kedelai tetap terjangkau bagi para industri pengguna, khususnya para pengrajin tahu dan tempe. Sehingga, masyarakat tetap mendapatkan produk turunan kedelai dengan harga terjangkau,” tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler