Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Meskipun covid-19 varian baru omicron mengganas, Kementerian Agama (Kemenag) tetap melepas keberangkatan 419 jemaah umroh ke Tanha Suci. Pemberangkatan perdana ini dilepas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Sabtu (8/1/2022).

Direktur Jendral Penyelenggaraan Umrah dan Haji Kemenag Hilman Latief mengatakan, memang saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19. Ditambah dengan adanya varian baru yang proses penularannya lebih cepat.

Tetapi pihaknya mengaku mempunyai mitigasi tersendiri agar para Jemaah tidak terpapar covid-19, terutama varian baru omicron.

Baca: Omicron Sampai Saudi, Komisi VIII DPR Minta Tinjau Ulang Keberangkatan Umrah

"Situasi sampai saat ini masih terkendali, Pemerintah Saudi mengizinkan, pemerintah Indonesia tak melarang. Tugas kita memitigasi dampaknya dengan menerapkan protokol yang ketat," kata Hilman seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Terkait munculnya varian baru tersebut, Hilman juga mengaku cemas. Apalagi Kawasan Timur Tengah saat ini menjadi wilayah penyebaran terbesar.
Baca :Penyelenggaraan Haji Bergantung pada Pemberangkatan UmrahKarena itu, pihaknya pun meminta kepada seluruh Jemaah agar selalu menaati protocol Kesehatan ketat. Bahkan pihkanya akan menerapkan kebijakan one gate policy atau kebijakan umrah satu pintu dengan berangkat dan pulang melalui Bandara Soekarno-Hatta."Kita melakukan PCR jelas dari lembaga yang direkomendasikan. Mereka juga begitu mendarat akan dikarantina maksimal. Di sana peraturan Saudi sudah ketat. Pulangnya ada screening. Ada karantina lagi, PCR berkali-kali dan itu mitigasi," imbuhnya. Penulis : Cholis AnwarEditor : Cholis AnwarSumber : CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler