Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Masyarakat Dunia tengah digemparkan dengan adanya Covid-19 varian baru setelah Omicron, yakni varian B.1.640.2 atau lebih dikenal IHU.

Organisasi Kesehatan dunia WHO rupanya juga telah mencatat bahwa IHU masuk dalam kategori Variant Under Monitoring sejak November 2021.

Dilansir dari detik.com, nama varian IHU untuk B.1.640.2 diambil dari institut IHU Mediterranee Infection, Prancis, yakni tempat para ilmuwan mengidentifikasinya. Para peneliti mengatakan varian tersebut mengandung 46 mutasi, yang membuatnya lebih tahan terhadap vaksin dan lebih menular.

Baca: Menkes Wanti-Wanti Omicron Varian Baru Covid19

Kendati sejauh ini belum ada laporan di Indonesia terkait adanya kasus Covid-19 varian terbaru itu, namun IHU dapat menjadi ancaman besar. Apalagi di lar negeri juga sudah ada laporan 12 kasus IHU ini yang menjangkiti di daerah Marseilles, Prancis.

"Kami memang memiliki beberapa kasus varian baru ini di wilayah geografis Marseilles. Kami menamakannya 'varian IHU'. Dua genom baru baru saja dikirimkan." kata Philippe Colson, kepala dan profesor departemen di IHU yang menemukan varian tersebut.

Baca: Antisipasi Varian Baru, Pemkot Pastikan Bandara Ahmad Yani Tak Layani Penerbangan InternasionalSementara Epidemiolog Eric Feigl-Ding memposting sebuah utas di Twitter, yang mana dia mengatakan bahwa varian baru terus muncul tetapi itu tidak berarti mereka akan lebih berbahaya.Baca: Waspadai Varian Baru Covid-19 Mu, Jateng Beli Alat WGS"Ada banyak varian baru yang ditemukan sepanjang waktu, tetapi itu tidak berarti mereka akan lebih berbahaya. Apa yang membuat sebuah varian lebih terkenal dan berbahaya adalah kemampuannya untuk berkembang biak karena jumlah mutasi yang dimilikinya terkait dengan virus aslinya,” terangnya. Penulis: Cholis AnwarEditor : Cholis AnwarSumber : detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler