Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Sebanyak 71 peneliti di Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman diberhentikan. Hal itu menyusul adanya peleburan Lembaga tersebut ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kini, lembaga yang berada di lingkungan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu berganti nama menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.

Meleburnya Eijkman ke BRIN bukan berarti tidak menimbulkan efek. Sebanyak 113 tenaga honorer yang sebelumnya bekerja di LBM Eijkman, kini tidak diperpanjang kontraknya atau diberhentikan.

BACA: Eijkman Melebur dengan BRIN, Bagaimana Nasib Vaksin Merah Putih?

Mereka terdiri dari para peneliti maupun non peneliti yang bekerja di bidang administrasi, teknisi, keamanan dan kebersihan. Khusus untuk tenaga peneliti ada sebanyak 71 orang.

Informasi itu diungkapkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PRBM Eijkman Wien Kusharyoto sebagaimana dilansir dari Kompas.com,Senin (3/1/2022)

“113 orang, sekitar 71 adalah tenaga honorer periset," kata Wien.
Kendari demikian, Wien mengaku masih bisa memperjuangkan nasib 71 para peneliti yang tidak diperpanjang kontraknya tersebut. Hanya saja, adsa beberapa mekanisme perekrutan yang harus dilalui terlebih dahulu.Hal ini mengingat Eijkman sudah melebur bersama dengan BRIN, sehingga dalam mekanisme perekrutan anggota pun tidak bisa disamakan seperti sebelumnya.“Menggunakan mekanisme yang ada di BRIN,” singkatnya.Salah satunya bagi mereka yang tenaga honorer peneliti berpendidikan S1 dan S2, maka disarankan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa S2 atau S3 berbasis riset atau by research. Tujuannya agar mereka dapat direkrut sebagai asisten riset di PRBM Eijkman. Penulis: Cholis AnwarEditor : Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler