Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURAINEWS, Jakarta - KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya pernah menyatakan tak mau ada calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ungkapan itu disampaikan sebelum ia terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke 34 NU. Itu diutarakannya dalam sebuah wawancara pada 10 November 2021 lalu.
Saat itu, ia menjawab pertanyaan terkait sorotan publik terhadap PBNU. Di mana, publik menilai PBNU sarat dengan politik praktis di 2019 lalu. Lebih lagi, kini telah mendekati tahun politik 2024.
“Saya bilang sejak awal saya ndak mau menjadi calon presiden atau calon wakil presiden. Saya tidak mau ada calon presiden dan calon wakil presiden dari PBNU. Supaya apa? Supaya PBNU tetap dalam posisi menjadi penyanggah di 2024,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (24/12/2021).
Baca juga: Gus Yahya Terpilih Pimpin PBNU
Ia pun berharap persoalan yang lalu untuk dilupakan dan menjadi pelajaran. Gus Yahya ingin, ke depan NU menjadi penyanggah pada pemilu 2024 maupun seterusnya.
“Di pihak lain, menurut saya, ini akan memperbaiki juga performa dari partai politik. Kalau terus-menerus orang modelnya cari calon presiden wapres dari ormas, ini kan dipikir calon presiden NU apa Muhammadiyah? Kalau terus-terusan begitu, kasihan aktivis partainya,” katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




KH Yahya Cholil Staquf (VIVA/M Ali Wafa)[/caption]
MURAINEWS, Jakarta - KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya pernah menyatakan tak mau ada calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ungkapan itu disampaikan sebelum ia terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke 34 NU. Itu diutarakannya dalam sebuah wawancara pada 10 November 2021 lalu.
Saat itu, ia menjawab pertanyaan terkait sorotan publik terhadap PBNU. Di mana, publik menilai PBNU sarat dengan politik praktis di 2019 lalu. Lebih lagi, kini telah mendekati tahun politik 2024.
“Saya bilang sejak awal saya ndak mau menjadi calon presiden atau calon wakil presiden. Saya tidak mau ada calon presiden dan calon wakil presiden dari PBNU. Supaya apa? Supaya PBNU tetap dalam posisi menjadi penyanggah di 2024,” ujarnya dikutip dari