Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Lebih dari 20 kasus probable Omicron ditemukan di Indonesia. Itu diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Dari jumlah itu, paling banyak terjaring di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat. Diketahui, wilayah tersebut merupakan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Terakhir, Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah kasus probable Omicron berjumlah 11 orang yang merupakan dua kasus kontak erat tiga kasus Omicron pertama, dan sembilan lainnya merupakan WNI yang 'dijaring' di PLBN Aruk dan Entikong.

Baca juga: Gawat! Menkes Temukan Ini di Perbatasan RI-Malaysia

Melansir CNN Indonesia, Namun demikian, dua kasus kontak erat perjalanan dari London sudah dikonfirmasi sebagai kasus positif Omicron. Dengan demikian, sudah ada lima kasus positif virus corona varian omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini.

Mereka yang terinfeksi antara lain petugas kebersihan Wisma Atlet Kemayoran, dan masing-masing WNI pelaku perjalanan dari Amerika Serikat dan Inggris. Serta dua kasus tambahan pelaku perjalanan dari London, Inggris.

“Sekarang [kasus probable Omicron] sudah cukup banyak, maaf saya tidak hafal angkanya tapi mungkin sudah di atas 20 dan semua imported case,” pungkas Budi.

Pemerintah pun terus memperkuat ketahanan pintu masuk ke Indonesia, khususnya di jalur darat dan laut. Pihaknya juga sedang berkoordinasi antarkementerian dan lembaga.

Ia menyebut, temuan positivity rate Covid19 selama ini berdasarkan data juga banyak ditemukan di kedua jalur itu ketimbang melalui jalur udara.Kendati demikian, Budi menyebut pemerintah tidak bisa menutup akses pintu masuk tersebut lantaran negara tidak bisa melarang Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang ke Indonesia.“Kita kalau WNI tidak bisa larang, tapi nanti akan kita pastikan dia dites dan karantina,” kata dia.Meski begitu, sejauh ini, kasus Varian Omicron merupakan penularan dari luar negeri atau imported case. Sementara, saat ini, belum ada sama sekali kasus penularan lokal.“Cukup banyak saya lihat, dia masuk lewat Entikong, jadi Malaysia, walaupun asalnya kita belum trace. Jadi dia memang masuknya dari Malaysia, tapi sebelumnya dia dari negara mana kita belum tahu,” ujarnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNN Indonesia 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler