Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua Siklon Tropis, Rabu (15/12/2021). Dua Siklon Tropis itu itu adalah Siklon Tropis Rai dan bibit Siklon Tropis 97W.

Siklon Tropis Rai terdeteksi di Samudera Pasifik bagian barat sebelah utara Papua. Sementara bibit Siklon Tropis 97W mulai terbentuk di sekitar Laut Cina Selatan.

Dalam keterangan BMKG mengatakan, kedua Siklon tersebut dapat berdampak secara tidak langsung terhadap terhadap kondisi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Kemudian, potensi angin kencang kisaran 15-20 knot (27-37 km/jam) berpeluang terjadi di wilayah di Papua Barat bagian utara, Biak, Papua bagian utara, Maluku Utara.

Baca juga: Siap-Siap, Dua Siklon Tropis Terdeteksi BMKG

Sementara, potensi gelombang laut dengan tinggi gelombang 1.25-2.5 meter (Moderate) di wilayah Laut Sulawesi bagian Timur, Perairan Bitung-Likupang hingga Kepulauan Sitaro, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bagian Selatan, Perairan Barat Kepulauan Halmahera, dan Teluk Cendrawasih.

Sedangkan, gelombang laut dengan tinggi 2.5-4.0 meter (Rough Sea) berpotensi terjadi di wilayah Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara dan Timur Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat dapat menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak. Kemudian, menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya.Selain itu, masyarakat juga diminta agar dapat mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor terutama di daerah yang rentan.“Stakeholder terkait dapat terus mengintensifkan koordinasi dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi,” katanya dikutip MURIANEWS dari keterangan BMKG. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler