Lonjakan Covid Diprediksi Lebih Parah Meski Vaksinasi Tinggi
Murianews
Rabu, 3 November 2021 16:24:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Kekhawatiran pada lonjakan Covid di Indonesia masih muncul. Bahkan, lonjakannya disebut bisa lebih parah dari sebelumnya, meski cakupan vaksinasi sudah tinggi.
Seperti diketahui, lonjakan kasus Covid di Indonesia pernah terjadi di awal 2021 dan juga pada periode Juni-Juli 2021. Mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Idul Fitri disebut menjadi penyebabnya.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra mengatakan mobilitas masyarakat yang makin meningkat bisa jadi akar penularan yang masif di lingkungan masyarakat. Lebih lagi, Kebijakan pemerintah yang tak lagi mempresentasikan kampanye jaga jarak.
Melansir CNN Indonesia, Rabu (3/11/2021), Hermawan menyebut ledakan kasus covid-19 yang berpotensi terjadi di Indonesia ini juga bisa lebih parah dari pada lonjakan kasus sebelumnya, seperti yang terjadi pada awal 2021, dan juga pada periode Juni-Juli 2021 lalu.
Baca juga: Jelang Nataru, Pemerintah Siapkan Aturan Pencegah Lonjakan Covid
Kendati program vaksinasi nasional telah menyentuh 50 persen lebih untuk pemberian dosis pertama, dan sebagian orang sudah memiliki kekebalan alamiah pasca terinfeksi. Namun Hermawan melihat kondisi itu masih belum bisa menyelamatkan Indonesia sepenuhnya dari kondisi 'kacau' akibat potensi serangan covid-19.
Apalagi capaian vaksinasi bagi kelompok rentan seperti warga lanjut usia (lansia) masih rendah. Data Kementerian Kesehatan per 2 November pukul 18.00 WIB menyebutkan baru 8.723.505 orang lansia yang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 5.393.636 orang lansia telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pemberangkatan kloter kelima sebanyak 125 pasien Covid-19 menuju Asrama Haji Donohudan saat lonjakan kasus Juni lalu.