Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Pakar Ahli Kesehatan Masyarakat mewanti-wanti datangnya gelombang ketiga lonjakan Covid di Indonesia. Mereka menyebut itu bisa datang tiba-tiba di waktu mendatang.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra mengatakan mobilitas warga yang sudah kembali hampir seperti keadaan pra pandemi berpotensi jadi akar persoalan. Mobilitas itu, disebutnya bisa jadi sumber penularan yang masif di lingkungan masyarakat.

Lebih lagi, lanjutnya, kebijakan pemerintah sudah tak lagi mempresentasikan kampanye jaga jarak aman.

“Hemat kami akan ada suatu waktu yang sporadis, unpredictable, bisa jadi karena kekhawatiran kami, kasus covid-19 itu meledak tiba-tiba boleh jadi karena adanya mutasi virus baru yang kemudian adanya keramaian, penularannya semakin cepat,” kata Hermawan mengutip dari CNN Indonesia, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: Jelang Nataru, Pemerintah Siapkan Aturan Pencegah Lonjakan Covid

Hermawan sendiri belum bisa memastikan kapan potensi lonjakan kasus Covid-19 itu terjadi. Namun, jika melihat pengalaman sebelumnya, kejadian itu selalu beriringan pada libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Idulfitri.

Menurutnya, bisa saja Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan usai Nataru. Dia menyebut lonjakan kasus covid-19 itu menurutnya berasal dari akumulasi mobilitas warga yang tak terbendung saat ini.“Kita melihat bagaimana pemerintah cukup inkonsisten ya. Pemerintah mewanti-wanti dulu agar diwaspadai adanya gelombang ketiga, tapi dari kebijakannya, sekarang ini pemerintah yang melonggarkan segala urusan. Bahkan mal 100 persen sekarang, hampir tidak ada lagi jaga jarak, tidak ada,” jelasnya.Kementerian Kesehatan sebelumnya menyebut gelombang tiga virus corona merupakan suatu hal yang niscaya atau pasti terjadi di Indonesia kendati masih belum diketahui secara pasti kapan akan terjadi.Senada, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 juga mewanti-wanti segenap masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terhadap penularan virus corona kendati jumlah sebaran kasus positif di nusantara mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler