Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Demo buruh dan mahasiswa di Istana Kepresidenan membawa 13 tuntutannya. Tuntutan itu berkaitan dengan kinerja Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Dua tahun Jokowi-Amin, gagal sejahterakan rakyat. Saatnya rakyat bangun persatuan, rebut kedaulatan,” demikian dikutip dari seruan aksi yang unggah akun Twitter Fraksi Rakyat, Rabu (27/10/2021).

Adapun 13 tuntutan yang disampaikan, sebagai berikut:

Pertama, mereka mendesak pemerintah mencabut UU Omnibus Law dan PP turunannya.

Kedua, mereka menolak penghapusan upah sektoral, dan meminta pemberlakuan upah sektoral seperti semula. Buruh dan mahasiswa juga meminta pemerintah memberlalukan kenaikan UMK 15 persen.

Ketiga, mereka mendesak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dihentikan.

Keempat, praktik kriminalisasi dan penangkapan aktivis juga diminta disetop.

Kelima, mereka menuntut persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga.

Keenam, pemerintah didesak memberikan perlindungan kepada kaum buruh di semua sektor.

Ketujuh, lembaga penegak hukum diminta mengusut tuntas dugaan kasus korupsi BPJS ketenagakerjaan dan bantuan sosial Covid-19.
Kedelapan, mereka meminta agar 58 pegawai KPK dikembalikan ke instansi mereka.Kesembilan, pemerintah diminta menghentikan rencana liberalisasi agraria dan pembentukan Badan Bank Tanah.Kesepuluh, mereka meminta pemerintah melaksanakan reforma agraria sejati sebagai jalan pemenuhan reforma agraria.Kesebelas, buruh dan mahasiswa meminta pemerintah menggratiskan biaya pendidikan di masa pandemi.Kedua belas, setop kapitalisasi dan komersialisasi sistem pendidikan.Tuntutan terakhir, mereka meminta demokratisasi dan kebebasan berekspresi di kampus diterapkan.Melansir dari CNN Indonesia, saat ini pihak Istana belum angkat suara terkait tuntutan yang dibawa massa aksi dari elemen buruh dan mahasiswa tersebut. Sumber yang dikutip MURIANEWS ini telah menghubungi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan, melalui sambungan telepon namun belum berkenan memberi tanggapan. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler