Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Haji Arab Saudi. Di mana, jemaah haji-umrah asal Indonesia tetap diizinkan meski tidak melakukan vaksin booster.

“Menteri Haji Arab Saudi janji membantu (jemaah haji-umrah Indonesia). Sinovac bisa dipakai tapi harus ada karantina lima hari, kemudian baru bisa ibadah,” kata Menkes dalam siaran pers secara virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Alhamdulillah, Pemerintah Arab Saudi Membuka Ibadah Umrah Indonesia

"Saya kita tidak masalah, bagi mereka yang benar-benar ingin ibadah haji dan umrah," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu bagi jemaah haji dan umrah untuk Indonesia. Namun, pemerintah setempat mewajibkan untuk vaksin booster bagi jemaah haji dan umrah Indonesia yang sudah vaksin lengkap dengan merk Sinovac dan Sinopharm.Ada pun vaksin booster yang wajib disuntikan adalah salah satu dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Jhonson and Jhonson. Reporter: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler