Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Aksi demo ribuan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Gedung Kemnaker, Senin (18/10/2021) bubar. Mereka mulai membubarkan diri sekitar 12.40 WIB.

Sebelum bubar, mereka telah diterima Dirjen Penempatan Tenaga Kerja Luar Negri Kemnaker. Dalam audiensi itu, mereka menyampaikan sejumlah keluhan dan tututannya, yakni dibukanya kembali program Government to Government (G to G) Korsel.

“Iya kita sudah selesai menyampaikan tuntutan kita, sekarang mulai membubarkan diri, balik lagi ke kota masing-masing,” jelas Ketua Koordinator Aksi Azis Yurianto dikutip dari CNN Indonesia, Senin (18/10/2021).

Baca juga: 12 Pekerja Migran Indonesia Asal Malaysia Tiba di Jepara, Diminta Karantina Mandiri

Dalam mediasi itu, lanjutnya, pihak Kemnaker menjanjikan akan menindaklanjuti seluruh aduan dan tuntutan dari CPMI. Azis mengatakan, pihaknya akan menunggu selama satu bulan, terhitung hari ini agar aduan dan tuntutannya ditindaklanjuti.

Namun, lanjutnya, apabila masih belum ada perubahan dalam tenggat waktu tersebut, ia mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi massa yang lebih banyak.

“Kita masih menunggu pemerintah, tapi kalau masih tidak ada perubahan juga (dalam satu bulan ke depan) akan dilakukan aksi lagi,” tuturnya.
Baca juga: Ribuan CPMI Demo di Kantor Kemnaker Tuntut G to G Korsel DibukaSebelumnya, massa dari CPMI di berbagai daerah melakukan aksi long march dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menuju Kemenaker pada Senin (18/10). Massa aksi menuntut pemerintah membuka kembali program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan.Azis mengatakan, pihaknya menuntut kejelasan terkait status penempatan mereka sebagai CPMI. Azis menyebut massa CPMI sudah menunggu hampir dua tahun namun masih belum ditempatkan ke Korea Selatan dan Taiwan dengan alasan pandemi Covid-19.“Banyak dari kami yang merupakan CPMI dari program G to G Korea Selatan masih belum juga ditempatkan selama hampir dua tahun,” jelasnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler