Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi telah membuka jemaah haji dan umrah asal Indonesia untuk beribadah. Meski mengizinkan, mereka meminta agar jemaah haji dan umrah yang menggunakan telah divaksin dua kali dengan jenis Sinovac dan Sinopharm untuk divaksin booster.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang memastikan izin dari Kementrian Kesehatan Arab Saudi tersebut. Ada pun vaksin booster yang wajib disuntikan adalah salah satu dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Jhonson and Jhonson.

Baca juga: Alhamdulillah, Pemerintah Arab Saudi Membuka Ibadah Umrah Indonesia

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief mengatakan bakal berkoordinasi dengan Kemenkes terkait pemberian booster vaksin Covid-19 untuk calon jemaah haji dan umrah.

Jubi Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi membenarkan itu. Saat ini, Kemenkes dan Kemenag masih membahas aturan teknis dari pemberian vaksin booster tersebut. Selain itu, mereka juga membahas proses karantina setibanya jemaah haji-umrah di Arab Saudi maupun sekembalinya di Indonesia.

“Persetujuan awalnya untuk pembukaan umrah dan haji bagi jemaah Indonesia, nanti masih akan dilakukan pengaturan teknis bukan hanya soal vaksinasi dosis tiga pada calon jemaah tapi juga soal karantina, protokol kesehatan, dan hal lainnya termasuk mitigasi jika ada kasus positif,” kata Nadia dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (13/10/2021).
Baca juga: Vaksin Booster Akan Jadi Kendala Jemaah UmrahSementara ini, kata Nadia, pemerintah sedang mengkaji skenario penambahan vaksin Covid-19 dosis tiga untuk masyarakat umum di tahun 2022. Hasil pembahasan ini bakal jadi model untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk calon jemaah haji dan umrah.“Nanti kita lihat pembahasannya bagaimana, untuk sementara pemerintah juga sedang mengkaji vaksin booster di 2022 untuk masyarakat umum yang akan ditanggung pemerintah,” ucapnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler