Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Demonstrasi di sekitar Gedung KPK, Jakarta yang menuntut pembatalan pemecatan 57 pegawai KPK gagal TWK ricuh. Kericuhan itu bermula saat masa aksi dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) dilarang aparat untuk mendekat ke halaman Gedung KPK.
Kedua belah pihak pun saling dorong, karena polisi tak membuka akses menuju halaman Gedung KPK. Mereka menuntut polisi untuk membuka barikade agar bisa berunjuk rasa di halaman Gedung Merah Putih yang menjadi kantor KPK itu.
Baik mahasiswa maupun aparat keamanan pun saling menjaga barisan masing-masing. Aksi dorong antara keduanya akhirnya berlangsung sengit. Insiden saling dorong sempat mereda. Namun kejadian berulang setelah luapan emosi massa kembali tak terkendali.
“Adik-adik kita semua bersaudara. Kita sama-sama bersaudara. Kita kedepankan ketertiban. Anggota tolong tidak terpancing. Di depan personel Polri adalah saudara kita.” ujar anggota kepolisian lewat pengeras suara, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (27/9/2021).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Paserta aksi dan aparat saling dorong. (CNN Indonesia/Andry Novelino)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta –