Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Ratusan mahasiswa dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) mendesak agar Ketua KPK Firli Bahuri dipecat dari jabatannya. Desakan itu dilontarkan saat mereka menggelar aksi demo di sekitar Gedung Merah Putih KPK, Senin (27/9/2021).

Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unisri) Dwiki Sandy mengatakan mereka ingin agar Firli dipecat dan membawanya pulang kembali Sumatera Selatan. Mereka menilai di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, KPK telah kehilangan marwahnya.

“Kami dari Unsri [Universitas Sriwijaya] akan bawa pulang Pak Firli (yang berasal dari Sumatera Selatan). Pecat, pecat, pecat pak Firli. KPK enggak memiliki marwah lagi karena ulah Pak Firli yang berselingkuh dengan para koruptor dan oligarki,” ujar Dwiki Sandy dalam orasinya yang dikutip dari CNN Indonesia, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Akhir September, 57 Pegawai KPK Tak Lulus TWK Diberhentikan

Aksi demo itu dilakukan hanya berjarak beberapa meter dari Gedung Merah Putih. Sekitar 600 personel kepolisian mengawal ketat jalannya aksi dan menutup akses jalan di Jalan Kuningan Persada K4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Baca juga: Jokowi Didesak Batalkan Pemberhentian Pegawai KPK Tak Lulus TWK

Aparat polisi menyiapkan beberapa mobil pengurai massa, water cannon, hingga sejumlah personel Brimob juga dibekali senjata laras panjang untuk mengamankan aksi demonstrasi itu.
Dalam aksi itu, BEM SI dan GASAK menuntut pembatalan pemecatan 57 pegawai KPK pada 30 September mendatang. Adapun aksi turun ke jalan ini merespons sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih diam terhadap surat yang telah disampaikan mahasiswa.Baca juga: Aliansi BEM SI Ancam Demo Jika Jokowi Masih Bergeming Terkait TWK KPKKoordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar, mengatakan aksi demonstrasi akan dilakukan secara damai dan menaati protokol kesehatan. Ia juga meminta kepolisian tidak menghalangi aksi dengan alasan pandemi Covid-19.“Kita tetap sudah mengomunikasikan ke beberapa pihak kepolisian. Kita komunikasikan saja kondisi di Jakarta levelnya juga turun. Kita maunya aksi damai sampaikan substansi,” tutur Nofrian saat dihubungi Sabtu, (25/9/2021). Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler