Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pandeglang – Kemunculan kerajaan baru bernama Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang, Banten membuat heboh masyarakat. Kerajaan itu berlokasi di Kampung Salangsari, Desa Pandat Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang.

Adapun pemimpin kerjaan itu, adalah Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus. Sebutan untuk Sultan Jamaludin di komunitas tersebut adalah Baginda. Dikutip dari Tribunnews, sang raja ini dikenal dermawan dan telah membangunkan puluhan rumah untuk warga miskin.

Baca juga: Warga Pandeglang Dibikin Heboh dengan Munculnya Kerajaan Angling Dharma

Juru bicara Jamaludin, Ki Jamil Badranaya mengatakan Baginda Sultan memiliki jiwa sosial yang baik dan dermawan. Sosok yang disebut Baginda itu juga ingin mengentaskan kemikinan. Baginda Sultan telah membantu keluarga-keluarga miskin itu sejak 2017.

“Yang rumahnya tidak layak, Baginda bangun dengan anggaran tidak dari pihak manapun. Tidak dibantu oleh pemerintah atau sumbangan-sumbangan. Itu murni semuanya pekerjaan Baginda,” beber Aki.

Baca juga: Jejak Prabu Angling Darma di Kabupaten Pati

Melansir dari sumber yang sama, Baginda Sultan ini juga telah membangunkan rumah untuk warganya. Sebanyak 30 rumah tidak layak huni diperbaiki. Rumah itu tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
Bahkan, Baginda Sultan yang menginisiasi pembangunannya. Sebagian besar dananya, diambil dari kantong pribadi. Sementara sisanya, bantuan dari para santri yang jumlahnya ratusan. Mereka turut menyumbang material hingga uang.“Total 30 rumah dibangun, tersebar di kecamatan Mandalawangi, Menes, Pagelaran,” ujar Jamil.Dikutip dari sumber yang sama, sang raja mendapatkan penghasilan dari pemberian para santrinya. Seorang pengikut Kerajaan Angling Dharma, Aki Jamal mengatakan banyak santri-santrinya ikut peduli.“Karena baginda itu santri, muridnya banyak di mana-mana, santri-santrinya ini peduli. Santri ini membeli keramik, santri lainnya memberi juga. Semuanya diaturnya ke Baginda,” tutur Aki dikutip dari Tribunnews. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Tribunnews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler