Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pandeglang – Kemunculan Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang membuat heboh masyarakat. Kerajaan ini dipimpin Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus yang diklaim masih keturunan Sulta Banten.

Dikutip dari Tribunnews, Kamis (23/9/2021), Lokasi kerajaan ini di Kampung Salangsari, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Banten. ‘Istana’ kerajaan ini megah dan terlihat mencolok di pinggir jalan.

Di depan terdapat gapura bertuliskan ‘Indonesia Aman Tentram Gemah Ripah Loh Jenawi’ serta tulisan berbahasa Arab. Gapura khusus itu untuk menyambut seluruh tamu.

Baca juga: Petilasan Angling Darma di Baleadi Pati jadi Daya Tarik Wisata Religi

Sementara di dalam kompleks rumah itu, terdapat sebuah bangunan semacam saung yang disebut sebagai 'Singgasana Raja'. Di singgasana itu ada sepasang kursi dan dua payung khas keraton.

Seorang pengikut Kerajaan Angling Dharma, Aki Jamal mengatakan pemimpin mereka memiliki panggilan 'Sang Baginda Sultan' karena diklaim masih keturunan dari Sultan Banten. Ada pun Istri 'sang Baginda Sultan' bernama Siti Aisyah binti Samun.

Dijelaskan, makna dari Angling Dharma adalah setiap insan hidup hanya untuk mendarma dan berbakti. “Mendarma pada yang maha kuasa, yang pencipta. Dan berbakti kepada yang diciptakan,” bebernya.Mengutip dari sumber yang sama, Juru bicara Jamaludin, Ki Jamil Badranaya mengatakan kekuasaan yang didapatkan baginda bermula pada 2004. Kekuasaan ini didapatkan setelah Jamaludin selesai bertapa di sebuah gunung untuk mempelajari sebuah ilmu.Dari sana, Jamaludin mendatkan kedigdayaan menjadi raja dari makhluk gaib. Sejak saat itu, warga di sekitar selalu percaya akan setiap ucapan dari Jamaludin."Pengangkatan ini bukan keinginan baginda bukan juga keinginan masyarakat, tapi memang perintah dari sana-nya, dari Sang Pencipta," kata dia, dikutip dari Tribunnews. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Tribunnews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler