Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kontak tembak itu terjadi pada Sabtu (18/9/2021) sekitar jam 17.20 WITA di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue.

Tak hanya Ali Kalora, insiten baku tembak juga menewaskan satu anggotanya, yakni Jaka Ramadan. “DPO diduga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, saat ini dalam perjalanan menuju TKP,” jelas Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, dikutip dari Antaranews.com, Minggu (19/9/2021).

Informasi tewasnya pimpinan teroris Posi itu juga dibenarkan, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Dia mengaku sudah mendapatkan informasi terkait itu.

“Pernyataan resmi akan disampaikan langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi di lokasi,” katanya.

Saat ini, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi sedang menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang menempuh jarak sekitar 100 km dari Kota Palu. “Malam ini infonya Kapolda akan konpers,” kata Argo.

Argo sendiri juga masih menunggu informasi resmi dari Polda Sulawesi Tengah tersebut. Termasuk juga kronologis baku tembak yang menewaskan pimpinan MIT Poso. Diketahui, Kelompok teroris MIT Poso yang dipimpin Ali Kalora telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulteng. “Saya masih menunggu juga,” kata Argo.Pada pertengahan Juli lalu, Satgas Madago Raya yang terdiri atas personel TNI dan Polri, juga telah melakukan penindakan terhadap tiga orang DPO MIT Poso, Sulawesi Tengah yang tewas tertembak dalam baku tembak pada Minggu (11/7/2021) dan Sabtu (17/7/2021), kini jumlah kelompok sipil bersenjata tersebut tersisa enam orang.Dengan tewasnya dua DPO MIT Poso, Satgas Madago Raya tinggal memburu empat orang lagi anggota kelompok lainnya, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Antaranews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler