Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Medan – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil Wali Kota Medan Bobby Nasution yang juga menantunya. Jokowi menyentilnya karena serapan anggaran atau belanja APBD di Kota Medan tak optimal saat berkunjung di sana.

Pernyataan itu disampaikan langsung Jokowi di rumah dinas Gubernur Sumut, di hadapan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution dan sejumlah kepala daerah lainnya di Sumut.

Di kesempatan itu, Jokowi membicarakan APBD yang masih tersimpan di bank. Jokowi menegur Bobby yang tak lain adalah menantunya.

Sebab, jumlah APBD yang tersimpan di bank paling tinggi adalah Medan. Artinya, serapan anggaran tidak begitu optimal.

“APBD (Sumut) di bank Rp 1,3 triliun, yang terbesar Medan, sudah dicek. Yang bagus APBD realisasi investasi (Sumut) Rp 4,1 triliun dan PMDN 9,9. Cek betul angka-angka ini. Saya dapat data dari Menteri Keuangan, nggak akan meleset. Segera lakukan realisasi, serapan anggaran secepatnya, sehingga memudahkan ekonomi di daerah,” jelas Jokowi, di rumah dinas Gubsu, Medan, Detikcom, Sabtu (17/9/2021).

Sebagai informasi, daerah dengan jumlah ABPD tersimpan di bank paling tinggi adalah Medan dengan Rp 1,8 triliun, Deli Serdang dengan Rp 637 miliar, Tapanuli Utara dengan 603 Rp miliar. Dilanjutkan Labuhanbatu dengan 503 Rp miliar, Nias Rp 466 miliar, dan Toba Rp 417 miliar.

Selain itu, Jokowi menyoroti soal pertumbuhan ekonomi di Sumut. Saat ini, pertumbuhan ekonomi di Sumut, berada di angka 4,95 persen. Angka itu, disebut Jokowi tidak memuaskan.

“Di Sumut hati-hati, pertumbuhan ekonomi di 4,95, berarti di bawah nasional, nasional 7,30. Inflasi sudah di atas nasional. Kita 1,5, inflasi di sini 2,1 persen. Hati-hati dengan inflasi. Artinya, ada barang-barang yang akan naik harganya di Sumatera Utara,” kata Jokowi

Jokowi mewanti-wanti pertumbuhan ekonomi di Sumut. Kondisi ekonomi bisa turun jika virus Corona (COVID-19) tidak dapat dikendalikan. Maka, perlu ada peningkatan realisasi APBD.“Realisasi APBD di Sumut 55,2 persen. Yang paling rendah di Mandailing Natal, 28 persen, hati-hati,” ucap Jokowi.Bobby Nasution pun memberi penjelasan mengapa Rp 1,6 triliun duit APBD Medan masih di bank. Menurutnya, bukan berarti Pemko Medan tidak ada kegiatan atau pembangunan.“Sebenarnya yang itu Rp 1,6 triliun karena memang yang saya lihat di situ datanya beda-beda sedikit saja. Namun, kalau ditanya kenapa, apakah serapannya kurang atau seperti apa. Ini kegiatannya lagi berjalan,” kata Bobby di kantor Wali Kota Medan.Bagi Bobby, masih banyak proyek yang berjalan membuat anggaran tidak keluar. Sehingga, uang masih mengendap di bank.“Memang banyak kegiatan yang sudah berjalan tapi belum selesai. Kegiatannya sudah berjalan tapi belum selesai. Jadi kalau belum selesai belum bisa pembayaran. Jadi ketika nanti sudah selesai baru ada pembayaran,” sebut Bobby. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detikcom

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler