Nabire Papua Diguncang Gempa Tektonik, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Murianews
Kamis, 9 September 2021 13:36:27
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Wilayah Nabire, Papua diguncang gempa tektonik dengan kekuatan magnitude (M)5,3, Kamis (9/9/2021). Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dalam rilis resmi BMKG, musibah itu terjadi sekitar pukul 09.16 WIB dan disusul sekitar pada 10.00. Episenter gempa bumi terletak di koordinat 3,98° LS ; 134,99° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 100 km arah Barat Daya Kota Nabire, Papua pada kedalaman 22 km.
BMKG menjelaskan, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Tarera Aiduna. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar geser.
“Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Nabire. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Tangkap layar informasi gempa Nabire, Papua (Instagram/@infoBMKG)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Wilayah Nabire, Papua diguncang gempa tektonik dengan kekuatan magnitude (M)5,3, Kamis (9/9/2021). Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dalam rilis resmi BMKG, musibah itu terjadi sekitar pukul 09.16 WIB dan disusul sekitar pada 10.00. Episenter gempa bumi terletak di koordinat 3,98° LS ; 134,99° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 100 km arah Barat Daya Kota Nabire, Papua pada kedalaman 22 km.
BMKG menjelaskan, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Tarera Aiduna. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar geser.
“Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Nabire. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, masyarakat diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tulis BMKG.
Penuli: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi