Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Medan – Kelakuan busuk dilakukan 10 pria dewasa di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Mereka menganiaya bocah laki-laki 10 tahun berinisial RAP dengan disundut rokok dan bahkan mencabulinya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Mardianta Ginting membenarkan adanya peristiwa itu. “Iya benar, tapi hasil visumnya belum keluar,” pungkas Kanit PPA.

Peristiwa biadab itu dilakukan pada Senin 23 Agutus 2021, sekitar pukul 14.00. Saat itu, korban hendak membeli sesuatu di sebuah warung. Di tengah jalan, korban ditangkap dan dinaikkan ke mobil pikap yang ditutupi terpal.

Para pelaku yang menggunakan penutup wajah ini kemudian bergantian mencabuli RAP. Bahkan, mereka juga merekam aksinya itu. Setelah puas, para setan itu kemudian menurunkan korbannya kembali ke tempat semula.

Ibu korban kemudian melihat anaknya bertingkah tak seperti biasanya yang murung dan menangis. Wanita itu pun curiga dan membujuk anaknya untuk menceritakan peristiwa tragis yang dialaminya.

“Malam itu saya lihat anak saya itu murung, terus saya tanya kenapa, keadaannya seperti sangat trauma. Namun saat itu, dia tak mau jawab. Lalu anak itu saya bujuk, baru lah dia cerita dicabuli oleh 10 orang,” kata PA, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (1/9/2021).

Menurut PA, anaknya juga sempat diancam para pelaku dengan menggunakan pisau agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain.“Anak saya bilang sempat diancam para pelaku. Tangannya juga disundut rokok supaya tidak melawan,” urainya.Tak menunggu waktu lama, ibu korban langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu bernomor STTLP/N/1675/YAN/,2.5/ K/VIII/2021/SPKT Restabes Medan. Dia berharap polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut.“Saya berharap laporan saya segera ditindak lanjuti dan para pelaku segera ditangkap. Sampai sekarang anak aku itu trauma mau keluar rumah, apalagi melihat mobil pickup, takut dia,” paparnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler